Audit BPK, Uang Muka Proyek Hambalang Bocor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bangunan dikawasan proyek  Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Bogor, (30/5). Menpora memerintahkan penghentian sementara proyek pembangunan pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun khususnya di lokasi amblesnya gedung tersebut. Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana bangunan dikawasan proyek Pusat Pendidikan, Pengembangan, dan Sekolah Olah Raga Nasional, Hambalang, Bogor, (30/5). Menpora memerintahkan penghentian sementara proyek pembangunan pusat olahraga senilai Rp1,2 triliun khususnya di lokasi amblesnya gedung tersebut. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Taufiequrrachman Ruki mengatakan uang muka proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, mengalir ke mana-mana. "Audit kami menemukan bahwa uang muka sudah beredar ke mana-mana," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat 19 Oktober 2012.

    Ruki enggan mengungkapkan pihak yang mendapat aliran uang muka dari proyek Hambalang. Ruki, yang menjadi pengarah tim audit Hambalang, mengatakan apakah aliran uang muka tersebut sudah sesuai aturan atau tidak, baru terungkap setelah ada pembuktian. Audit ini merupakan permintaan Komisi Keuangan DPR. Komisi menduga terjadi penggelembungan anggaran di Hambalang.

    Pada 2010, Hambalang memakai dana APBN sebesar Rp 125 miliar. Namun, pada 6 Desember 2010, Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali menganggarkan proyek itu senilai Rp 1,2 triliun.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto pernah mengakui ada pihak tertentu yang memperoleh aliran duit di Hambalang. Namun, setelah kasus Hambalang ramai diperbincangkan, duit tersebut ditarik lagi oleh orang yang menyalurkannya.

    Ketika masih dalam pelarian, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus suap Wisma Atlet, mengungkapkan ada komisi uang muka sebesar Rp 100 miliar proyek dari PT Adhi Karya sebagai pemenang tender Hambalang.

    Komisi itu antara lain mengalir kepada DPR sekitar Rp 25 miliar dan Andi Mallarangeng Rp 5 miliar. Nazaruddin pun menuding Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum menerima uang dari proyek Hambalang sebesar Rp 50 miliar untuk memenangi kursi ketua umum di Kongres Demokrat di Bandung pada Mei 2010. Baca: Gedung Ambruk, Menpora Hentikan Proyek Hambalang )

    Nazaruddin menyebutkan Anas memerintahkan agar PT Adhi Karya dimenangkan dalam proyek Hambalang, karena sanggup memenuhi permintaan Anas yang membutuhkan dana untuk Kongres Bandung. Namun, baik Andi dan Anas berkali-kali membantah tudingan Nazaruddin. (Baca: 5 Peluru untuk ''Menembak'' Anas di Proyek Hambalang  )

    Ruki menambahkan, laporan audit investigatif Hambalang belum selesai. “Karena tidak sesuai dengan fakta pemeriksaan tim auditor.” Namun, anggota III BPK Agung berjanji tim audit akan menyelesaikan koreksi hasil pemeriksaan. "Mungkin (selesai) dalam satu atau dua kali sidang badan lagi," katanya. 

     GUSTIDHA BUDIARTIE | ANGGA SUKMA WIJAYA | BOBBY CHANDRA

    Berita Terkait:
    Ambruknya Proyek Hambalang buat Bahan Pengusutan 
    Hambalang Ambruk, Adhi Karya Rugi Belasan Miliar
    Bagaimana Memilih Lahan untuk Proyek Hambalang 
    Konsultan Hambalang Benarkan 2 Gedung Ambruk
    Tanah Proyek Hambalang Ambles Akibat Hujan 
    10 Jam Dicecar KPK, Menteri Andi Bantah Terima Suap
    Apa Hubungan Mahfud, Anas, dan Hambalang?
    Status Cegah Mahfud Suroso, Saksi Kunci Hambalang



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.