Hubungan Dahlan dengan Parlemen Memanas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 9 Juli 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 9 Juli 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dengan Dewan Perwakilan Rakyat kembali memanas. Sebabnya, Dahlan tak menghadiri rapat kerja dengan anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 24 Oktober 2012.

    Bukan kali pertama Dahlan absen rapat. Pada Senin, 22 Oktober 2012, dia juga tidak mendatangi gedung DPR.

    Padahal anggota Dewan ingin meminta penjelasan Dahlan soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan: adanya inefisiensi di PT PLN (Persero) sebesar Rp 37,6 triliun. Kala itu, 2009-2011, Dahlan menjadi Direktur Utama PT PLN.

    Menurut anggota Komisi Energi DPR, Alimin Abdullah, Dahlan tidak menghargai parlemen. “Dia sudah dua kali mangkir dalam rapat kerja,” kata Alimin.

    Ketidakhadiran Dahlan juga membuat kesal Wakil Ketua Komisi Energi DPR Effendi Simbolon. Kata Effendi, DPR bakal memanggil paksa Dahlan bila sampai alpa tiga kali.

    Kritik tak cuma datang dari Komisi Energi. Tapi muncul juga di Komisi VI DPR yang membidangi BUMN. Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima menyatakan Dahlan belum menunjukkan kinerja cemerlang sebagai Menteri BUMN.

    "Sampai sekarang kami tak mengerti apa maunya Dahlan,” kata Aria.

    Dalam hasil audit BPK, tertera bila inefisiensi disebabkan tidak tersedianya bahan bakar primer, berupa pasokan gas, untuk menyalakan pembangkit listrik. Kata Ketua BPK Hadi Poernomo, kerugian PT PLN (Persero) itu terlihat di hasil audit terhadap hulu listrik 2010.

    Kata Direktur Manajemen Bisnis dan Risiko PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsudin, PLN memang tak bisa mengontrol pasokan gas. Sebab suplai gas dipengaruhi tata niaga, ketersediaan, kebijakan pemerintah, infrastruktur, dan regulasi lainnya.

    "Bila pemborosan hanya dialamatkan pada kami, itu tidak proporsional," katanya.

    Ketika wartawan bertanya soal alasannya mangkir rapat, Dahlan berdalih sedang sibuk. "Saya kooperatif. Pasti datanglah (rapat)," kata dia.

    Dahlan sendiri menyatakan terpaksa absen pada rapat Senin karena harus menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Yogyakarta dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan pada Rabu malam, pergi ke Jambi mengunjungi perkebunan sawit dan peternakan sapi di PT Perkebunan Nusantara VI.

    “Rencana kunjungan ini sudah dibuat jauh-jauh hari,” ujarnya.

    SYAIFUL BAKHORI | BERNADETTE CHRISTINA | ANGGA SUKMA | GUSTIDHA BUDIARTIE | DEWI RINA | ANANDA PUTRI | CORNILA DESYANA

    Berita lain:
    Mau Ketemu Presiden, Dahlan Ganti Baju

    Dahlan Dipameri Alat Pengolah Limbah 

    Dahlan Iskan: Hutama Karya Akan Jadi Operator Tol

    Dahlan: Kunci Pintu Toilet pun Dikorupsi 

    Dahlan Akan Periksa Kerugian Pertamina Versi BPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.