Susahnya Mengumpulkan Pemain Timnas AFF

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Tim Nasional Indonesia menjalani latihan taktik dan teknik jelang babak penyisihan Piala AFF 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, (2/11). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Pesepakbola Tim Nasional Indonesia menjalani latihan taktik dan teknik jelang babak penyisihan Piala AFF 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, (2/11). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta -Piala Asean Football Federation (AFF) tinggal hitungan hari, tepatnya pada 24 November 2012. Tapi masalah pemain masih saja membelenggu tim nasional Indonesia. Hingga Senin, 5 November, formasi tim nasional pun belum siap. Manajer Timnas Indonesia Habil Marati menuturkan, baru pekan depan, timnas resmi berlatih.

    Untuk formasinya, timnas memanggil tiga pemain naturalisasi yang akan datang pekan ini .Mereka ialah Johnny van Beukering, Tonny Cussel, dan Raphael Maitimo. Habil mengatakan, pemain-pemain itu akan mulai berlatih pada Kamis, 8 November 2012 mendatang. “Mereka akan tiba di Indonesia 7 November,” kata Habil kepada Tempo melalui wawancara telepon, Ahad, 4 November 2012.

    Selain mereka, ada pula empat pemain Semen Padang yang datang bergabung dalam latihan hari ini. Empat orang itu adalah Hengki Ardilles, Vendri Mofu, Novan Setya Sasongko, dan Wahyu Wijiastanto. Sebelumnya, mereka ditarik klubnya untuk melakukan pertandingan uji coba dengan Persijap Jepara hari ini, 4 November 2012.

    Tapi untungnya, masalah terselesaikan, setelah manajemen timnas dan Semen Padang sepakat memulangkan tiga dari delapan pemain klub yang bergabung dengan timnas. Dari Semen Padang, masalah pemain sudah selesai, tapi masalah tetap ada dari Persipura Jayapura.

    Persipura dengan tegas menolak pemainnya, Patrich Wanggai, memperkuat tim nasional PSSI mengikuti Piala Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF ) dengan alasan harus ada proteksi atau keputusan dari Joint Comittee. Sekretaris Persipura Jayapura Thamrin Sagala mengatakan, pihaknya sudah membalas surat dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin pada 31 Oktober 2012 lalu terkait soal itu.

    Thamrin mengatakan, dia mendapat informasi dari Badan Liga Indonesia bahwa, jika pemain dipanggil timnas PSSI, harus ada surat resmi dari Joint Committee. Setelah itu, pemain harus didukung Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI). "Jadi Patrich belum bisa kami berangkatkan sampai ada surat dan keputusan resmi dari Joint Committee sebagai hasil keputusan bersama. Sebab, Joint Committee ini sebagai kepentingan bersama sebagai jalan keluar dari persoalan kisruh di PSSI selama ini," katanya.

    Kini di antara segala kekisruhan pemain, Timnas mencoba untuk fokus berlatih strategi. Pada latihan awal, Pelatih timnas Indonesia untuk Piala AFF 2012, Nil Maizar, mengatakan materi latihan itu menyangkut bagaimana membangun serangan, bertahan, melakukan transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya. “Ini yang penting,” kata Nil kepada Tempo, Ahad lalu.

    Soal tambahan pemain naturalisasi, Nil mengatakan tak ada program latihan yang berubah. “Hanya menyesuaikan orang,” kata dia. Ia mengatakan, penambahan pemain bisa berpengaruh pada semangat tim. Namun, ujarnya, semangat timnya tak boleh bergantung pada penambahan pemain. Ia mengatakan selalu mengajak para pemain berpikir positif, apa pun situasinya.


    GADI MAKITAN | CUNDING LEVI | DIANING SARI

    Berita Terkait
    Timnas Indonesia Perkuat Serangan  
    Daftar 35 Pemain Timnas Piala AFF
    Firman Utina: Gabung Timnas Tergantung Persib  
    Persipura Tak Restui Patrich Wanggai Bela Timnas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.