Ketika Polisi Kecolongan Tahanan Teroris Kabur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob  bersiap menggerebek rumah dua orang terdugateroris di kelurahan Kanyamanya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, (3/11). ANTARA / Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob bersiap menggerebek rumah dua orang terdugateroris di kelurahan Kanyamanya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, (3/11). ANTARA / Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Jakarta--Dalam satu hari, Datasemen Khusus Anti-teror 88 dua kali kecolongan teroris kabur. Pertama terjadi di Rumah Tahanan Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya. Si tersangka teroris adalah Roki Aprisdianto alias Atok yang dikenal sebagai otak bom Klaten, Jawa Tengah.

    Roki melarikan diri sewaktu jam jenguk, sekitar pukul 13.00, Selasa, 6 November 2012. Kala itu, sebanyak 23 orang tengah menjenguk para narapidana. Dan Roki menggunakan kesempatan dengan menyamar sebagai perempuan. Bahkan ia menggunakan cadar.

    Kebobolan kedua terjadi di Rutan Kelas II Way Heru, Ambon, Maluku. Tahanan teroris, Basir Manuputi kabur melompat pagar tahanan.  Basir adalah terdakwa peledakan bom di Ambon pada akhir 2012 dan sedang menjalani persidangan. Polisi menduga dia kabur pukul 05.00 dengan melompati tembok rutan. "Bagaimana dia kabur, sedang diselidiki," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Kamis, 8 November 2012.

    Kecolongan ini membuat polisi kebakaran jenggot. Mereka pun memeriksa 16 saksi: tiga anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror, enam terpidana teroris, dan tujuh petugas jaga. "Sekarang masih dalam penyelidikan," kata Boy.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengatakan ada yang aneh dengan pelarian Roki. Kala itu, ada 23 wanita datang membesuk. Namun tidak ada yang tujuannya bertemu Roki. Mereka memiliki kepentingan sendiri-sendiri. "Kami akan periksa identitas mereka dan coba melacak Roki," ujar Suhardi.

    Lantai empat Rutan Narkoba Polda Metro Jaya memang dikhususkan untuk tahanan titipan teroris. Mereka yang membesuk dibatasi pada Selasa, sejak pukul 10.00-15.00. Di sana, narapidana bisa berbaur dengan pembesuk. “Mereka dapat menggelar tikar dan duduk bareng," kata seorang polisi.

    Kepada wartawan, Boy menyatakan bila petugas jaga pada saat itu lalai. Dia pun mengakui kelihaian para tersangka teroris hingga mampu mengelabui penjaga. Karenanya, polisi bakal mengevaluasi mengenai kemungkinan adanya penurunan pengawasan di kawasan rutan. "Sekarang Kepolisian masih berupaya mengejarnya," kata Boy.

    RUSMAN PARAQBUEQ | FRANSISCO ROSARIANS | SYAILENDRA | CORNILA DESYANA

    Baca juga:
    Polisi Duga Petugas Rutan Bantu Teroris Kabur

    Teroris Kabur, Anggota Densus Ikut Diperiksa

    Di Ambon, Satu Teroris Juga Kabur dari Tahanan

    Profil Tahanan Teroris Kabur, Otak Jaringan Solo

    Terpidana Teroris Kabur dari Polda Metro Jaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.