Bilang Diperkosa Nikmat, Daming Banjir Kecaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Daming Sanusi. TEMPO/Imam Sukamto

    Muhammad Daming Sanusi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -– Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat RI  mengelar uji kepatutan dan kelayakan calon hakim agung, Senin, 14 Januari 2013. Satu calon yang ikut pengujian adalah Hakim Muhammad Daming Sanusi. Dan di hadapan para penguji, Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

    Pernyataan itu keluar kala Daming menjawab pertanyaan anggota Komisi Hukum mengenai hukuman mati bagi pemerkosa. Kata Daming, ia tidak setuju jika pemerkosa dihukum mati. Sebab menurutnya, dalam kasus pemerkosaan pelaku dan korban sama-sama menikmati.

    Waktu wartawan bertanya dasar perkataan itu, Daming berdalih bila ia hanya berusaha mencairkan suasana. Hanya sekedar lelucon, menurut Daming.

    Mungkin lelucon bagi Daming. Tapi tidak untuk orang lain. Dan kini alumni Universitas Hassanudin itu mendapat serangan pelbagai pihak. Misalnya saja anggota Komisi III DPR Eva Kusuma Sundari. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menganggap Daming tidak berempati terhadap isu pemerkosaan.

    "Dia tidak siap jadi hakim agung, karena untuk berempati saja tidak mampu," kata Eva. “Mindset-nya sudah opresif terhadap perempuan.”

    Di tempat lain, Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Muhammad Ihsan, meminta Daming memeriksakan kejiwaannya. Ia bahkan meminta Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali untuk mencopot Daming dari posisi Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin. "Hakim disebut yang mulia, perilaku dia harusnya memuliakan korban," kata Ihsan.

    Penyesalan juga datang dari Komisi Yudisial. Kata juru bicara Komisi Yudisial, Asep Rahmat Fajar, Komisi bakal segera memanggil Daming untuk diperiksa. Sedangkan Imam Anshori, Wakil Ketua Komisi Yudisial, meminta DPR menghapus nama Daming dari daftar calon hakim agung. "KY sangat menyesalkan pernyataan tidak senonoh itu," ujar Imam.

    Sikap berbeda datang dmuncul di MA. Kata Ketua Biro Hukum Mahkamah Agung dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, Ridwan Mansyur, MA maklumi pernyataan kontroversial Daming. Menurutnya, MA menganggap pernyataan itu sebagai sebuah kekhilafan. “Daming sudah bicara dengan pimpinan MA, ia mengklaim pernyataan itu keluar tanpa disadari.”

    Dari kalangan masyarakat, musikus Melanie Subono menggelar petisi yang menuntut penolakan Daming sebagai hakim agung MA. Melalui situs Chang.org, Melanie menulis, "Dengan petisi ini saya, Melanie Subono sebagai seorang perempuan menuntut: 1. Calon Hakim Agung Daming untuk MEMINTA MAAF secara publik atas pernyataanya. 2.Komisi III TIDAK MELOLOSKAN calon hakim agung yang tidak mempunyai cara berpikir dan cara berbicara yang santun.”

    FRANSISCO ROSARIANS | AMIRULLAH | YANDI | TRI SUHARMAN | MUHAMAD RIZKI | SATWIKA MOVEMENTI | CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.