Lobi Jenderal Djoko-Anas Cs Ditelisik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (tengah). ANTARA/Fanny Octavianus

    Mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (tengah). ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Anas Urbaningrum hari ini Jumat 15 Maret 2013. Bekas Ketua Umum Partai Demokrat dan tersangka suap proyek Hambalang itu bakal dimintai keterangan soal korupsi proyek simulator kemudi dengan tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

    Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., membenarkan rencana pemeriksaan Anas, tapi menolak menjelaskan materinya. Namun sumber di KPK mengungkapkan, Anas bakal dicecar soal pertemuannya dengan Djoko. “Di Restoran King Crab, Kawasan Bisnis Sudirman, dan di Hotel Dharmawangsa,” ujarnya Kamis 14 Maret 2013.

    Ihwal pertemuan itu beberapa kali diungkapkan bekas kolega Anas, M. Nazaruddin, kepada penyidik. ”Pemeriksaan terakhir, awal Maret lalu, Nazaruddin kembali ditanyai soal pertemuan itu,” kata Junimart Girsang, pengacara Nazar, kemarin.

    Mengutip Nazar, Junimart mengatakan pertemuan dengan Djoko pernah digelar di Restoran King Crab pada 2010. Selain Nazar, di sana hadir Anas dan Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa. Djoko disebut-sebut ikut hadir, namun sumber lain mengatakan ia hanya mengutus Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, Bendahara Korps Lalu Lintas. Teddy ditemani Budi Susanto, bos PT Citra Mandiri Metalindo Abadi—belakangan menjadi rekanan proyek berbiaya Rp 169 miliar itu.

    Pertemuan kedua, di Hotel Dharmawangsa pada Maret 2011. Nazar, Anas, dan Saan kembali hadir. Ikut hadir Benny Kabur Harman dan I Gde Pasek Suardika, kolega Nazar di parlemen. Dari Korps Lalu Lintas, hadir Djoko dan Teddy. ”Ada juga tiga rekan Djoko,” kata Junimart, menirukan cerita Nazar.

    Saan, saat dimintai konfirmasi, mengaku tak mengenal Teddy. Gde Pasek justru menantang agar adanya pertemuan itu dibuktikan. ”Silakan buktikan secara hukum, siapa yang menyebarkan fitnah dan siapa yang bisa membuktikan fakta.”

    Adapun Firman Wijaya, pengacara Anas, belum bisa memastikan kliennya akan hadir di KPK hari ini. Namun Carrel Ticualu, pengacara Anas yang lain, menyarankan kliennya tidak datang ke KPK. ”Anas tidak memenuhi kualifikasi sebagai saksi,” kata Carrel.

    RUSMAN PARAQBUEQ | ANANDA BADUDU | WAYAN AGUS | M. RIZKI | SUKMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.