Kisah Jenderal Djoko dan Kebun Binatangnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas disamping bus-bus milik tersangka korupsi Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang disita KPK, Jakarta, (18/3). Penyitaan tersebut terkait dengan kasus korupsi pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengendara sepeda motor melintas disamping bus-bus milik tersangka korupsi Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang disita KPK, Jakarta, (18/3). Penyitaan tersebut terkait dengan kasus korupsi pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita vila dan puluhan hektare tanah di Subang, Jawa Barat, yang diduga milik Inspektur Jenderal Djoko Susilo, tersangka kasus korupsi simulator alat kemudi. Di tempat tetirah itu, dipelihara aneka satwa. “Luasnya sekitar 20-25 hektare,” ujar juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Senin, 18 Maret 2013.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo, puluhan hektare lahan milik Jenderal Djoko itu terletak di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, dan Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang. Menurut Enceng, warga Desa Kumpay, tim komisi antirasuah menyita lahan tersebut sekitar enam hari lalu. “Sudah ada plang kayu bertulisan ’tanah dan bangunan ini disita’,” katanya kemarin. Dia mengatakan, di Desa Kumpay, lahan yang disita seluas 90 hektare. Adapun di Desa Cirangkong seluas 60 hektare. (Baca: Gunung Harta Jenderal Djoko)

    Lahan di Desa Kumpay, Enceng menjelaskan, sebagian besar ditanami pohon produktif dan ada tempat peristirahatannya. Di lahan tersebut ada dua vila, tiga rumah kayu modern, istal kuda, serta kandang hewan, seperti sapi dan kancil. Lahan ini pun dijadikan lokasi perburuan dan peristirahatan. “Warga Desa Kumpay menyebutnya sebagai kebun binatang,” ujar Enceng.

    Adapun lahan di Desa Cirangkong letaknya bersebelahan. Lokasinya, kata Enceng, sebetulnya masih satu hamparan, yakni di sebelah utara lereng perbukitan Kumpay.

    Enceng menuturkan, lahan tersebut dibeli sekitar lima tahun yang lalu. Saat itu, kata dia, datang sejumlah orang yang mengaku suruhan Jenderal Djoko membelinya dari warga sekitar. Namun dia juga tidak tahu harga beli tanah tersebut.

    Penyitaan ini menambah panjang daftar harta milik Jenderal Djoko. KPK sebelumnya menyita 35 aset milik Jenderal Djoko, dari rumah, apartemen, lahan, hingga tiga stasiun pengisian bahan bakar umum. Aset tersebut tersebar di sejumlah daerah di Indonesia hingga Australia. Terakhir, KPK menyita rumah dan tanah di Bali. Total aset yang disita, menurut Johan, sekitar Rp 100 miliar.

    Adapun Jenderal Djoko setelah diperiksa KPK, Senin, tak berkomentar sedikit pun. Didampingi Juniver Girsang, pengacaranya, Djoko seperti biasa langsung melenggang masuk ke mobil tahanan. (Baca juga: Restu Atasan)

    FEBRIANA FIRDAUS | NANANG SUTISNA | SUKMA

    Gunung Harta Jendral Djoko

    Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyita sedikitnya 40 aset Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Inilah gunung harta jenderal polisi bintang dua itu.

    1. Rumah Mewah
    - Jumlah: sedikitnya 28 unit
    - Tahun pembelian: sebagian setelah 2010
    - Atas nama: istri dan kerabat
    - Lokasi: Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Depok, Jawa Barat

    2. Bus
    - Jumlah: 6 unit
    - Tahun pembelian: sekitar 2011
    - Atas nama: serabat, dikelola anggota Polres Gunungkidul
    - Lokasi: Gunungkidul, Yogyakarta

    3. Pom Bensin
    - Jumlah: 3 unit
    - Tahun pembelian: sebelum 2010
    - Atas nama: keluarga dan kolega
    - Lokasi: Penjaringan (Jakarta Utara), Ciawi (Bogor), dan Kendal (Jawa Tengah)

    4. "Kebun Binatang"
    - Jumlah: 1 unit
    - Tahun pembelian: 2008
    - Luas: 90 hektare
    - Atas nama: kolega Djoko
    - Lokasi: Desa Kumpay, Subang, Jawa Barat

    5. Mobil
    - Jumlah: 4 unit
    - Tahun pembelian: belum diketahui
    - Atas nama: orang lain
    - Jenis: Toyota Harrier, Jeep Wrangler, Nisan Serena, Toyota Avanza
    - Lokasi: Jakarta

    6. Sawah/Tanah
    - Jumlah: belasan petak
    - Tahun pembelian: sebagian setelah 2010
    - Atas nama: kolega
    - Lokasi: di antaranya Cirangkong, Subang, Jawa Barat, 60 hektare; Tambanan, Bali, 8,5 hektare; Madiun, Jawa Timur; Kendal, Jawa Tengah.

    PDAT | AA

    Berita terpopuler:
    Kenapa Jokowi Unggul di Bursa Pencalonan Wapres
    KPK Sita Aset Djoko Susilo di Bali

    Golkar Belum Mau Lirik Jokowi Sebagai Cawapres

    Kecil Kemungkinan Jokowi Nyapres Lewat PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.