Megaproyek MRT Jakarta Dimulai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo didampingi Direktur Utama PT MRT, Dono Boestami memperlihatkan gambar saat meresmikan proyek pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase I, Lebak Bulus-Bundaran HI di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (2/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Joko Widodo didampingi Direktur Utama PT MRT, Dono Boestami memperlihatkan gambar saat meresmikan proyek pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase I, Lebak Bulus-Bundaran HI di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (2/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta- Megaproyek mass rapid transit Jakarta, sebagai satu solusi mengurai masalah kemacetan lalu lintas di Ibu Kota, dimulai. Kepastian ini didapat lewat pengumuman pemenang tender tiga paket pertama dari enam paket proyek senilai total belasan triliun rupiah itu kemarin.

    “Proyek yang sudah direncanakan sejak 24 tahun lalu ini akhirnya berjalan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam soft launching proyek MRT di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

    Tiga paket pertama seluruhnya mencakup konstruksi bawah tanah sejauh 5,9 kilometer. Ini merupakan bagian dari panjang total koridor sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus dan Bundaran HI. Konsorsium Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi-Wijaya Karya Joint Venture akan mengerjakan dua segmen jalur bawah tanah, sedangkan Sumitomo Mitsui Construction Corporation-Hutama Karya mengerjakan satu segmen.

    Jokowi berharap konsorsium pemenang tender segera memulai pembangunan itu. “Mau mulai besok juga boleh, karena argo pinjaman sudah berjalan,” katanya kemarin.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, menjelaskan bahwa pihaknya segera membuat letter of acceptance untuk para pemenang tender.

    Pembangunan koridor Lebak Bulus-Bundaran HI menggunakan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,516 triliun. Berkisar Rp 3,6 triliun di antaranya diperkirakan dihabiskan untuk paket pertama ini. Sisanya diperuntukkan bagi pembangunan rel dan stasiun layang sepanjang 9,8 kilometer serta pengadaan kereta dan sistem operasi MRT.

    Proyek ini sempat dibekukan Jokowi sejak dia menjadi gubernur, Oktober lalu. Jokowi menawar ulang beban pengembalian pinjaman yang ditanggung DKI kepada pemerintah pusat. Ia juga mempertanyakan surat pernyataan tanggung jawab mutlak yang harus ditandatanganinya atas penggunaan dana pinjaman oleh PT MRT Jakarta. Tapi kemarin dia memastikan, “Sudah ditandatangani Jokowi sendiri.”  

     ANGGRITA DESYANI  | WURAGIL

    Topik terhangat:
    Susno Duadji
     | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

    Baca juga:
    Jokowi Terima Gitar Bas dari Metallica

    Marissa Anita, Dari Jurnalisme ke Teater

    Penyair Sitok Srengenge dan Hari Leo Saling Kritik

    Museum Van Gogh Siap Dibuka Kembali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.