KPK Temukan Bukti Aliran Dana ke Anas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tiba untuk memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (15/3). Anas diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) untuk salah satu tersangka, mantan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tiba untuk memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (15/3). Anas diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) untuk salah satu tersangka, mantan Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan belasan bukti pengeluaran untuk Anas Urbaningrum. Bukti aliran duit diduga dari PT Adhi Karya Tbk untuk Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. Temuan ini merupakan hasil penggeledahan penyidik KPK di kantor pusat PT Adhi Karya beberapa waktu lalu.

    Dalam kuitansi yang sebagian di antaranya bernilai Rp 500 juta, dituliskan tujuan pemberian, yakni untuk Kongres Demokrat. Kongres itu memilih ketua umum baru, yaitu Anas Urbaningrum. “Bukti-bukti itu ditemukan dalam penggeledahan pada Juni lalu,” kata sumber Tempo. Bukti itu sudah ditunjukkan kepada saksi-saksi kasus gratifikasi Anas, termasuk para petinggi PT Adhi Karya.

    Dimintai tanggapannya perihal pengeluaran untuk Anas, Kasir Divisi Konstruksi I Adhi Karya, Henny Susanti, enggan buka mulut. “Maaf, maaf. Enggak ya, Mas,” kata dia di ujung telepon. Sesaat setelah menolak berkomentar, Henny memutuskan sambungan telepon.

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi, juga tak mau memberi tanggapan. Ia mengaku tidak paham materi kasus. Sedangkan pengacara Anas, Carel Ticualu, membantah jika kliennya disebut pernah menerima uang dari Adhi Karya berkaitan dengan proyek Hambalang.

    “Kuitansi Adhi Karya untuk Anas bisa jadi rekayasa pihak lain,” ucap dia kepada Tempo kemarin. Carel menuturkan, penyidik KPK mesti mencermati kuitansi yang didapat dari kantor Adhi Karya. “Apakah ada tanda tangan Anas?” ujarnya. Jika tak ada, bisa jadi kuitansi itu dibuat sepihak.

    Temuan baru ini menambah panjang daftar kasus dugaan gratifikasi Anas, yang telah menjadi tersangka kasus gratifikasi mobil Toyota Harrier dari Adhi Karya. Anas juga tengah dibidik KPK karena diduga menerima mobil Toyota Vellfire dari M. Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Demokrat.

    Menurut pengacara Nazar, Rufinus Hutauruk, mobil tersebut dibeli PT Anugrah dari uang proyek Hambalang pada akhir 2009. Carel menantang Nazar dan pengacaranya untuk membuktikan tudingan bahwa kliennya menerima Toyota Vellfire dari proyek Hambalang. Ia yakin KPK tak semudah itu mempercayai Nazar. “KPK saja tak pernah membahas hal itu,” tutur Carel pada Senin lalu.

    ANANDA BADUDU | EFRI R

    Berita Terpopuler:
    Dahlan Iskan Minta Investasi Yusuf Mansur Ditutup

    Yusuf Mansur Bantah Investasi Miliaran di Mekah

    Muslim Uighur Dipaksa Makan Selama Ramadan 

    Disebut `Sukowi`, Jokowi Mesem

    Lagi, Jokowi Kalahkan Megawati di Survei


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.