Berbondong-bondong Tinggalkan Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta-– Hingga tiga hari menjelang Lebaran, jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta sudah mencapai 4,6 juta orang. “Data itu terhimpun sampai Senin siang (5 Agustus 2013). Jumlahnya masih akan terus bertambah,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso, kepada Tempo, Senin, 5 Agustus 2013.

    Suroyo menjelaskan, angka arus mudik tersebut menggunakan berbagai moda angkutan umum berkisar 3,1 juta orang dan kendaraan pribadi, seperti sepeda motor serta mobil, sekitar 1,5 juta orang. “Angkutan umum terdiri atas angkutan darat, laut, udara, dan penyeberangan.”

    Menurut juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum tahun ini secara nasional diperkirakan melonjak menjadi 18,09 juta orang atau naik 4,46 persen dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, kata dia, jumlah pemudik yang menggunakan berbagai moda transportasi umum sekitar 17,32 juta orang.

    Peningkatan yang sama, kata Bambang, juga terjadi pada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. “Tahun ini, untuk mobil pribadi sekitar 1,75 juta unit atau meningkat 6,17 persen dibanding tahun lalu sebanyak 1,65 unit,” ujarnya.

    Begitu pula dengan pemudik yang menggunakan sepeda motor. Menurut Bambang, jumlah pemudik roda dua naik 8,15 persen menjadi 3,02 juta unit dari tahun lalu sebanyak 2,77 juta unit sepeda motor.

    Adapun Ketua Harian Posko Terpadu Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan 2013, M. Nasir Usman, mengatakan pemudik masih cenderung memadati jalur darat. Sejak H-7 sampai H-4, kata dia, kendaraan yang ke luar Jakarta dan sekitarnya mencapai sekitar 662 ribu unit. “Kendaraan di sini adalah mobil pribadi, sepeda motor, dan kendaraan lainnya," kata dia.

    Jumlah tersebut, Nasir melanjutkan, berdasarkan pantauan di enam titik jalan. Enam titik tersebut adalah Pelabuhan Merak, Ciasem, Cicurug, Sadang, Cisarua, dan Cileunyi. Dari jumlah itu, sekitar 62,23 persen menuju ke arah timur, di antaranya Ciasem, Sadang, dan Cileunyi. Sekitar 22,01 persen ke arah selatan, yaitu Cicurug dan Cisarua. Sisanya ke arah barat atau Pelabuhan Merak untuk tujuan Sumatera.

    Dia memperkirakan masih ada 10-15 persen pemudik yang akan keluar Jakarta menjelang H-2 Lebaran. Panjangnya masa libur Lebaran, menurut dia, berpengaruh positif pada pengaturan arus mudik, yang tahun ini kepadatannya cenderung menurun dibanding tahun lalu.

    Penurunan itu, kata Nasir, bisa dilihat dari rekapitulasi data kendaraan yang ke luar Jakarta pada puncak arus mudik H-5 dan H-4. “Artinya, kemacetan yang selama ini dikhawatirkan sudah terurai.” Simak info mudik di sini.

    ALI NUR YASIN | ERWAN HERNAWAN | NINIS CHAIRUNNISA

    Berita terkait:
    Dua Hari Operasi Ketupat, Kecelakaan Mudik Naik 17 Persen

    Pemudik di Jalur Selatan Diminta Mewaspadai Hujan

    Arus Mudik di Pantura Sudah Normal

    Manajemen Mudik Tahun Ini Diklaim Lebih Baik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.