Penurunan Indeks Saham Diprediksi Sampai September

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta-  Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Destri Damayanti, memprediksi indeks harga saham gabungan akan terus tertekan setidaknya hingga bulan depan. Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung serta paket kebijakan ekonomi yang lebih bersifat solusi jangka menengah, ujarnya, membuat indeks sulit terdongkrak.

    “Indeks tetap tertekan karena masalah ketidakpastian global yang masih sangat tinggi sampai 18 September atau sampai ada kebijakan moneter yang baru di Amerika Serikat. Solusi paket kebijakan pemerintah juga tak langsung memberikan hasil,” ujarnya kepada Tempo kemarin.

    Pada perdagangan kemarin, indeks sempat merosot ke level 3.994 sebelum ditutup pada posisi 4.169,82. Ini merupakan level terendah indeks sejak 24 Juli 2012.

    Destri mengatakan paket kebijakan insentif untuk sektor padat karya masih membutuhkan waktu implementasi. Menurut dia, implementasi pemberian insentif memerlukan identifikasi dan perusahaan mana saja yang mendapatkannya.

    Namun, menurut Destri, kebijakan ekonomi pemerintah bisa memberikan dampak pada pasar jika pemerintah cepat membuat kebijakan detail untuk implementasi kebijakan. “Kalau lama implementasinya, paket kebijakan akan percuma. Daftar Negatif Investasi kalau tidak keluar, market bisa kecewa.”

    Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono menyatakan pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia berimbas kepada perekonomian nasional. “Situasi perekonomian gawat dan tidak pasti. Indonesia berada pada lampu kuning,” ucapnya pada saat membuka rapat kerja evaluasi realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah di Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin, 26 Agustus 2013.

    Meski begitu, menurut Boediono, perekonomian nasional belum bisa dikatakan krisis. Untuk itu, dia mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk mewaspadai situasi ini. “Jangan santai-santai. Bisa saja pertumbuhan ekonomi kita anjlok hingga 2 persen,” kata dia.

    Direktur CIMB Principal Asset Management Fajar R. Hidayat menyatakan, pada periode 22 Mei sampai 22 Agustus, indeks turun karena dana asing yang keluar dari bursa sangat besar—diperkirakan Rp 32 triliun. Dia memperkirakan indeks bisa saja melorot ke level terbawah hingga 3.700. Saat ini pergerakan indeks tak bisa diprediksi. “Karena bisa kembali naik cepat.”

    ALI NUR YASIN | MARTHA THERTINA | ANANDA TERESIA | RIRIN AGUSTIA | ISMI DAMAYANTI | SHINTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.