Suami Airin Diduga Atur Proyek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Tubagus Chaery Wardana dicecar pertanyaan oleh Wartawan setelah menjalani pemeriksaan 1X24 jam di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10). KPK resmi menahan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di Rutan KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengusaha Tubagus Chaery Wardana dicecar pertanyaan oleh Wartawan setelah menjalani pemeriksaan 1X24 jam di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (3/10). KPK resmi menahan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di Rutan KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta- Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, diduga mengendalikan banyak proyek di Banten lewat sejumlah perusahaan keluarganya. Belakangan, Badan Pemeriksa Keuangan menyimpulkan pelaksanaan sejumlah proyek itu menyimpang.

    Wawan kini mendekam di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi karena menjadi tersangka kasus dugaan suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar untuk mengatur putusan sengketa pemilihan kepala daerah Lebak. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas berjanji lembaganya akan mengembangkan audit BPK ihwal dugaan penyimpangan proyek perusahaan keluarga Wawan. “Temuan BPK itu menarik untuk kami telusuri,” kata dia kemarin.

    Menurut audit BPK terhadap laporan keuangan Provinsi Banten yang dilansir pada 1 Oktober lalu, misalnya, diketahui bahwa pembangunan Jalan Tanjung Lesung-Sumur PT Buana Wardana Utama tidak sesuai dengan kontrak, yakni senilai Rp 2,57 miliar. Ada juga indikasi kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 3,48 miliar dalam proyek dengan anggaran Rp 19,46 miliar itu. Perusahaan ini diduga milik Wawan.

    Saat dimintai komentar, anggota BPK yang menangani audit ini, Agung Firman Sampurna, belum bersedia menjelaskan karena mengaku sedang menunaikan ibadah haji di Mekah. “Saya lagi di Jedah, nantilah pas saya pulang,” katanya.

    Pada awal 2013, pemerintah Banten kembali melelang proyek ruas jalan itu dengan paket Jalan Citeurep-Tanjung Lesung-Sumur senilai Rp 39,9 miliar. Lelang tersebut dimenangi PT Putra Perdana Jaya. Menurut situs Layanan Pengembangan Jasa Konstruksi, salah satu pemegang saham PT Putra Perdana adalah Airin.

    Seorang pengusaha Banten mengaku mafhum dengan sepak terjang Wawan. Dia mengatakan salah satu modus yang dilakukan adalah setiap perusahaan yang menjadi “calon pengantin”—istilah untuk pemenang lelang—harus menyetorkan 20 persen dari nilai proyek kepada Wawan. “Saya pernah mengalami peristiwa ini,” katanya.

    Pengacara Wawan, Efran Helmi Juni, tak mau berkomentar ihwal dugaan kliennya mengatur proyek di Banten. “Saya belum punya bahan apa pun soal itu,” ujarnya. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berfokus pada tuduhan suap terhadap Akil.

    Muhamad Rizki |Martha Thertina | Maya Nawangwulan | Angga S |Anton A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.