Dinasti Atut Siapkan Proyek ala Hambalang Rp 1,7 T

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat akan memasuki mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (11/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat akan memasuki mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (11/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Serang--Lahan seluas 60 hektare yang disiapkan Pemerintah Provinsi Banten untuk pusat olahraga di Kemanisan, Curug, Kota Serang, kini menjadi tempat pembuangan sampah di salah satu sudutnya. “Mungkin banyak warga tak tahu bahwa tanah ini mau dijadikan sport center, jadi memakainya untuk buang sampah,” kata Budi, warga setempat, pekan lalu.

    Pusat olahraga Banten itu digagas pada 2008 untuk Olimpiade Negara-negara Islam ke-3 pada 2013 yang belakangan dipindah ke Palembang. Dua kali lebih luas dibanding pusat olahraga Hambalang, Bogor, yang kini mangkrak karena korupsi, proyek itu pernah disebutkan butuh Rp 550 miliar, lalu menjadi Rp 1,7 triliun—satu setengah kali dana Hambalang!

    Peneliti Indonesia Corruption Watch, Danang Widoyoko, mengatakan pola pembangunan Sport Center Banten juga mirip Hambalang. Hal itu, ujarnya, bisa dilihat dari peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah Kota Serang yang baru terbit pada 2011, sementara proyek dirancang sejak 2008.

    Dalam Pasal 39 Perda Nomor 6 itu disebutkan bahwa kawasan strategis Provinsi Banten di Kota Serang di antaranya sport center di Curug. Menurut data Tempo, rencana tata ruang itu diteken Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman, adik tiri Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. “Ini sama halnya belanja proyek dulu, baru persyaratan dan aturannya dibuat belakangan,” kata Danang.

    Modus ini, ujar Danang, akan membuka ruang penyimpangan proyek. “Proyek seperti ini sengaja didesain untuk tujuan mendapatkan keuntungan,” katanya.

    Juru bicara keluarga Atut, Fitron Nur Ikhsan, enggan berkomentar. Alasannya, dia hanya menjadi juru bicara keluarga. “Menyangkut pemerintahan, sebaiknya langsung ke instansi terkait,” ucapnya.

    Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banten Cefi Syafrul belum bisa dimintai konfirmasi. Namun, Rabu pekan lalu, ia mengatakan pemerintah pusat dulu meminta Pemerintah Provinsi Banten menyediakan lahan sport center. “Fisiknya dari pusat,” ujarnya.

    WASI’UL ULUM | TRI SUHARMAN | M. RIZKI | SUKMA

    Baca juga:
    Kasus Atut, Ada Posko Pengaduan Korupsi di Tangsel

    Istri Akil Mochtar Minta KPK Buka Rekeningnya

    KPK Periksa Dua Hakim Terkait Kasus Akill Besok

    SBY Terbitkan Perpu, Hakim MK Bungkam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.