Anas Tendang Nazar dari Proyek Hambalang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Stadion Hambalang di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat,  (26/7).  ANTARA/Jafkhairi

    Pembangunan Stadion Hambalang di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, (26/7). ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Jakarta-Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum disebut memuluskan langkah PT Adhi Karya sebagai pemenang tender proyek Hambalang. Ia diduga meminta M. Nazaruddin, pemilik Grup Permai dan koleganya di Demokrat, ini tidak turut campur dalam proyek Rp 2,5 triliun itu.

    Menurut kesaksian Nazar ketika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi pada akhir 2011, permintaan itu disampaikan Anas dalam acara buka puasa. Acara buka puasa Ramadan tersebut berlangsung di rumah Anas di Duren Sawit, Jakarta Timur, Agustus 2010. Selain Anas dan Nazar, pertemuan dihadiri Mahfud Suroso, pemilik PT Dutasari Citralaras.

    Pengacara Nazar, Elza Syarief, membenarkan ihwal pertemuan itu. Perusahaan Nazar, Permai Group, kata dia, kala itu menggandeng PT Duta Graha Indah untuk mendapatkan proyek Hambalang. “Pertemuan itu membahas supaya Nazar mundur dari proyek itu,” kata Elza ketika dihubungi Selasa 5 November 2013.

    Begitu pula saat memberi kesaksian ke KPK, Nazar mengungkapkan kesediaannya mundur dengan syarat Adhi Karya mengganti duit Rp 10 miliar yang dikeluarkan Permai Group untuk biaya lobi agar Duta Graha memenangi proyek. “Menurut Nazar, duit itu sudah dikembalikan,” kata Elza.

    Ihwal permintaan Anas agar Nazar mundur dari Hambalang, menurut sumber Tempo, tercantum dalam dakwaan Deddy Kusdinar, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang menjadi Koordinator Tim Persiapan Pembangunan Hambalang.

    Juru bicara KPK, Johan Budi, menjelaskan, sidang perdana Hambalang dengan terdakwa Deddy akan digelar Kamis 7 November 2013 besok. Namun Johan belum berkomentar soal informasi Anas meminta Nazar mundur dari Hambalang. “Saya cek dulu,” katanya.

    Tempo mendatangi rumah Anas Selasa 5 November 2013 kemarin. Seorang petugas keamanan rumah Anas mengatakan majikannya itu tidak mau ditemui. Pengacara Anas, Carrel Ticualu, membantah kliennya pernah meminta Nazar mundur dari proyek Hambalang. “Kepentingan Mas Anas apa ngatur-ngatur?” kata Carrel. Dalam beberapa kesempatan kepada Tempo, Mahfud Suroso membantah ikut mengatur Hambalang.

    Anton A | Amri Mahbub | Sundari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.