Skandal Migas Bebani Demokrat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Jero Wacik memberikan keterangan kepada media saat tiba untuk pemeriksaan sebagai saksi Rudi Rubiandini di gedung KPK, Jakarta (2/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri ESDM Jero Wacik memberikan keterangan kepada media saat tiba untuk pemeriksaan sebagai saksi Rudi Rubiandini di gedung KPK, Jakarta (2/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta--Pemeriksaan terhadap dua tokoh Partai Demokrat, Jero Wacik dan Sutan Bhatoegana, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini bisa menjadi batu sandungan baru partai berkuasa itu.

    "Seandainya KPK menetapkan Jero Wacik dan Sutan Bhatoegana sebagai tersangka korupsi SKK Migas, itu akan jadi pukulan telak di tengah upaya Demokrat memulihkan elektabilitasnya," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional Umar Bakrie, Senin 2 Desember 2013.

    Jero—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat—kemarin diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi untuk Rudi dan Deviardi, pelatih golf Rudi. Seusai pemeriksaan, Jero mengatakan ia diminta menjelaskan tugasnya sebagai Ketua Komisi Pengawas SKK Migas.

    Menurut Umar, sebagai partai penguasa, Demokrat sebenarnya punya peluang meraup banyak suara karena diuntungkan oleh berbagai fasilitas. Tapi, dengan terseretnya kembali kader-kader partai itu dalam kasus SKK Migas, kondisinya menjadi sulit.

    "Ibaratnya, sudah mau siuman, terhantam lagi," kata dia. Prediksi Umar, jika pemilu terlaksana secara jujur, adil, dan transparan, Demokrat bakal sulit meraup 10 persen suara. Apalagi kalau ditambah kasus korupsi baru.

    Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap KPK pada Agustus lalu dengan barang bukti uang US$ 400 ribu. Saat diperiksa oleh penyidik, Rudi juga menyebut pernah memberikan uang US$ 200 ribu kepada anggota Komisi Energi DPR melalui anggota Fraksi Demokrat, Tri Yulianto dan Sutan Bhatoegana. Namun, Tri dan Sutan membantah tuduhan tersebut.

    Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies, Philips J. Vermonte, mengatakan faktor sebagai partai penguasa membuat Demokrat paling diekspos ketika tersangkut kasus korupsi. "Karena inkumben memegang kekuasaan, efeknya jauh lebih besar dibanding kader partai non-inkumben yang juga tersangkut kasus," kata Philips.

    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Marzuki Alie yakin kasus suap SKK Migas tak membuat elektabilitas Demokrat semakin anjlok. Ia mengatakan masyarakat sudah paham bahwa yang tersangkut itu hanya perorangan. "Tak ada korupsi secara kelembagaan. Korupsi itu pribadi," kata Marzuki.

    KHAIRUL ANAM | MUHAMMAD MUHYIDDIN | MARTHA THERTINA | EFRI R

    Berita terkait:
    SBY Dukung Jero Penuhi Panggilan KPK

    Sutan Sesalkan KPK Cekal Tenaga Ahlinya

    Lagi, Sutan Mengelak Ada THR dari Rudi Rubiandini

    KPK Periksa Jero Terkait Peran Anggota DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.