Elite Golkar Gembosi Pencapresan Ical

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie memperlihatkan jarinya usai mencoblos  di TPS 32, SDN 02 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (9/4). TEMPO/Seto Wardhana

    Ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie memperlihatkan jarinya usai mencoblos di TPS 32, SDN 02 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (9/4). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Dukungan elite dan kader Partai Golkar terhadap calon presiden Aburizal Bakrie terancam gembos. Sejumlah elite partai diam-diam menyiapkan skenario pembentukan poros baru dan mendesak agar pencalonan Aburizal ditinjau ulang. (Baca: Pencapresan Aburizal Bisa Gugur di Rapimnas Golkar)

    Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung mengatakan, kegagalan partai menjadi pemenang pemilu legislatif merupakan alasan kuat mengevaluasi pencalonan Aburizal. “Pada 2009, kursi Golkar di DPR mencapai 106. Tapi, kalau dihitung dari hasil survei sekarang, turun menjadi sekitar 96 kursi,” ujar Akbar di Jakarta kemarin. “Harusnya Ical (Aburizal) tidak boleh langsung menyatakan saya akan maju terus.”

    Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Golkar memperoleh suara sekitar 14 persen dalam pemilu legislatif 9 April lalu. Posisi partai itu berada di peringkat kedua setelah PDI Perjuangan yang memperoleh suara sekitar 19 persen.

    Akbar mengatakan, desakan untuk evaluasi akan ia sampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar pada Mei nanti. Dalam persamuhan ini, Akbar juga berencana menyampaikan niatnya maju sebagai calon wakil presiden agar bisa dipinang partai lain.

    Akbar mengakui keputusannya ini bakal menggembosi dukungan kader Golkar kepada Aburizal. Namun, menurut dia, praktek itu sudah biasa terjadi di Golkar.

    Bukan hanya Akbar yang bermanuver. Wakil Bendahara Umum Golkar Poempida Hidayatulloh menyatakan, sejumlah pengurus pusat Golkar juga “bermain dua kaki”. “Mereka mendukung Aburizal sebagai calon presiden, tapi juga mendukung mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla supaya bisa berduet dengan calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo,” kata dia.

    Kelompok ini, ujarnya, adalah mereka yang memanfaatkan momentum pertemuan Aburizal dengan Jokowi di kantor Golkar, Sabtu lalu. “Mereka berpikir 50-50, jadi kaki diletakkan di Ical dan JK.”
    Berdasarkan hasil sigi sejumlah lembaga survei, Jusuf Kalla disebut pendamping paling kuat untuk Jokowi. Jumat lalu, Kalla juga bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Partai ini sudah resmi berkoalisi mendukung Jokowi.

    Ketua Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan partainya tetap akan konsisten mendukung Aburizal sebagai calon presiden. Perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif, kata dia, tidak bisa menjadi alasan mendongkel pencalonan Aburizal. “Kami tetap konsisten,” kata dia.

    TRI SUHARMAN | ANANDA TERESIA | ANTON A

    Topik terhangat:

    Pemilu 2014
    | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Bayi Meninggal di Pesawat Lion Air

    Tim Pencari MH370 Mulai Menyerah 

    4 Fakta Menarik dari Sekuel Captain America


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.