Adik Prabowo: Cawapres Hampir Pasti Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar raksasa yang menampilkan orasi Prabowo Subianto dihadapan puluhan ribu buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan May Day yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan (1/5). Dalam orasinya Prabowo menyoroti tentang kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke bangsa lain. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Layar raksasa yang menampilkan orasi Prabowo Subianto dihadapan puluhan ribu buruh dalam peringatan Hari Buruh Sedunia atau lebih dikenal dengan sebutan May Day yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan (1/5). Dalam orasinya Prabowo menyoroti tentang kekayaan Indonesia yang terus mengalir ke bangsa lain. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta- Calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, menggandeng Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan Prabowo merasa cocok dengan Hatta. "Sudah hampir pasti Pak Hatta menjadi calon wakil presidennya Pak Prabowo," kata Hashim di Jakarta kemarin. "Keduanya punya pandangan serta visi dan misi sama."

    Hashim mengatakan, partainya menjalin rencana koalisi dengan PAN untuk mengusung Prabowo-Hatta dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden, 9 Juli nanti. Gerindra, kata Hashim, juga hampir pasti berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera. "Kami bertiga sudah bisa mengusung Pak Prabowo," kata adik mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

    Gabungan kursi Gerindra, PAN, dan PKS cukup untuk mencalonkan sendiri presiden dan wakilnya. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum kemarin malam, Gerindra meraih 11,81 persen suara, PAN 7,59 persen, dan PKS 6,79 persen. Kalau menggunakan syarat kursi, Gerindra, yang memperoleh 73 kursi (13,04 persen), dan PAN dengan 49 kursi (8,75 persen) telah cukup memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

    Hashim mengatakan partainya tetap membuka pintu koalisi dengan partai lain, meski syarat ambang batas pencalonan presiden telah terpenuhi dengan bergabungnya PAN dan PKS. Gerindra, kata Hashim, masih membuka peluang koalisi dengan Golkar, meski masuknya Hatta ini membuyarkan wacana Aburizal Bakrie sebagai pendamping Prabowo. "Terserah Golkar kalau mau bergabung dalam koalisi kami, tapi bukan sebagai calon wakil presiden."

    Selengkapnya baca di sini

    PRIHANDOKO | NURUL MAHMUDAH | SUNDARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.