SBY Hadapi Empat Pilihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba saat menjadi juru kampanye terbuka di Lapang Tegalega, Bandung, Jawa Barat. Minggu (30/3). Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tujuh kabar di depan sekitar para kader, simpatisan dan warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tiba saat menjadi juru kampanye terbuka di Lapang Tegalega, Bandung, Jawa Barat. Minggu (30/3). Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tujuh kabar di depan sekitar para kader, simpatisan dan warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat sore ini akan mengumumkan hasil konvensi calon presiden di kantor Dewan Pengurus Pusat di Jakarta. “Agendanya pengumuman pemenang konvensi dan solusinya,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan ketika dihubungi Tempo, Kamis 15 Mei 2014.

    Ramadhan mengatakan, siapa pun yang menjadi pemenang konvensi, hasilnya belum akan menentukan arah koalisi dan pencalonan presiden dari partainya. "Soal kepastian koalisi, nanti menunggu Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 18 Mei," ujarnya. “Pas injury time,” dia menambahkan.

    Hingga kini, Demokrat belum menentukan arah koalisi serta pencalonan presiden dan wakil presiden. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa kesempatan mengatakan Demokrat memiliki beberapa pilihan.

    Pilihan itu adalah mengajukan calon presiden, mengajukan calon wakil presiden, atau merapat ke poros PDI Perjuangan atau Gerindra. Demokrat bahkan menyatakan siap menjadi oposisi bila sampai hari terakhir pendaftaran calon presiden-wakil presiden tak kunjung menemukan teman koalisi yang pas. "Semua opsi masih terbuka, tidak ada satu pun yang terkunci," kata Ramadhan.

    Partai Demokrat hanya meraih 61 kursi (10,89 persen) di parlemen sehingga membutuhkan mitra koalisi untuk bisa mengajukan kandidat presiden sendiri. Direktur Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Jayadi Hanan mengatakan Demokrat harus bergerak cepat menentukan arah koalisi. "Kalau tidak cepat, Demokrat hanya menonton karena tidak ada opsi lain yang tersedia," kata Jayadi.

    Jayadi menilai kesempatan bagi Demokrat untuk berkoalisi masih terbuka, karena sampai saat ini Partai Golkar juga belum menentukan sikap. Partai Beringin baru akan menggelar rapat pimpinan nasional yang menentukan arah koalisi pada hari yang sama dengan Rapimnas Demokrat. Gabungan suara Golkar, yang meraih 91 kursi (16,25 persen), dan Demokrat lebih dari cukup untuk bisa mengajukan calon presiden dan wakil presiden sendiri.

    Meskipun Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sudah bertemu dengan calon presiden Gerindra, Prabowo Subianto; dan calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo, Golkar belum bersikap. Politikus Golkar dan Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, menyatakan poros baru masih berpeluang sebelum batas pendaftaran calon presiden-wakil presiden.

    NURUL MAHMUDAH | SINGGIH SOARES | FRANSISCO ROSARIANS

    Topik terhangat:

    Tragedi JIS
    | Jokowi | Prabowo | Rachmat Yasin | Emon

    Berita terpopuler:
    Setelah Sutan Tersangka, KPK Incar Anggota DPR Lain

    Puan Sebut Dirinya Calon Wakil Presiden

    KPK: Seorang Petinggi Jadi Tersangka Korupsi Haji


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.