Jokowi Tonjolkan Bukti, Prabowo Konseptual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prabowo Subianto dan Jokowi saat debat calon presiden di Jakarta, 15 Juni 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    Prabowo Subianto dan Jokowi saat debat calon presiden di Jakarta, 15 Juni 2014. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta -Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo kemarin mengikuti debat soal ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Berdasarkan hasil monitoring Tempo, Prabowo 36 kali mengucapkan kata “akan” dan “ingin” serta 9 kali mengatakan “sudah”. Sedangkan Jokowi 38 kali berujar “akan” dan “ingin” serta 17 kali mengutarakan kata “telah” atau “sudah”.

    Dosen komunikasi Universitas Islam Indonesia, Iwan Awaluddin Yusuf; dosen komunikasi Universitas Padjadjaran, Dede Mulkan; serta pengamat politik dari Polcom Institute, Heri Budiarto, menilai penggunaan kata “akan” atau “ingin” menunjukkan sesuatu yang belum terjadi. Menurut mereka, penggunaan kata “akan” bisa berarti para calon hanya menebar janji atau berkampanye. Sedangkan penggunaan “telah” atau “sudah” menunjukkan rekam jejak atau yang sudah dilakukan para calon.

    Dede menilai Jokowi dalam debat kemarin ingin menunjukkan yang telah dilakukannya saat menjabat Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. “Artinya, Jokowi sudah membuktikannya,” kata Dede. Bedanya dengan “sudah” yang diucapkan Prabowo, kata Dede, yang menganalisis secara semiotik, belum menunjukkan rekam jejak atau yang telah dilakukannya. “Kalau dilihat konteksnya, kata ‘sudah’ yang diucapkan Prabowo bermakna lain.”

    Adapun Heri Budiarto menganggap debat membuktikan Prabowo lebih konseptual, sedangkan Jokowi lebih implementatif. Tapi dia menilai debat kemarin berakhir imbang. “Prabowo unggul di isu pertanian dan kependudukan, Jokowi unggul di ekonomi kreatif dan infrastruktur laut.”

    MUHAMAD RIZKI | WAYAN AGUS PURNOMO | SINGGIH SOARES | DINI PRAMITA | YOLANDA RYAN | AISHA SHAIDRA | GANGSAR PARIKESIT | SAID HELABY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.