Prabowo Mengejar, Jokowi Tancap Gas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendukung calon presiden Joko Widodo, mengacungkan kedua tangannya saat Jokowi memparakan jawabannya pada debat capres sesi tiga yang diselenggarakan di Hotel holiday Inn Kemayoran, Jakarta (22/06). Dalam Debat Capres Sesi 3 kali ini mengangkat tema ketahanan nasional dan politik internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang pendukung calon presiden Joko Widodo, mengacungkan kedua tangannya saat Jokowi memparakan jawabannya pada debat capres sesi tiga yang diselenggarakan di Hotel holiday Inn Kemayoran, Jakarta (22/06). Dalam Debat Capres Sesi 3 kali ini mengangkat tema ketahanan nasional dan politik internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo optimistis elektabilitasnya kembali terdongkrak dalam tiga pekan terakhir, karena mesin partai pendukungnya sudah bergerak. Ia yakin dirinya dan Jusuf Kalla bakal menang melawan pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, saat pemilihan digelar pada 9 Juli nanti.

    “Mesin partai kan memang baru panas dalam tiga pekan terakhir. Kalau mesin partai sudah panas, dilihat saja,” kata Jokowi kepada Tempo di Karawang, Jawa Barat, kemarin.

    Jokowi menganggap wajar elektabilitasnya di sejumlah provinsi sempat turun. Partai politik yang menopangnya, ujar dia, tak bisa jor-joran akibat dana yang terbatas.  "Kalau dari jauh-jauh hari jor-joran, ya habis dana kami. Kan, sudah ada perhitungannya sendiri," kata dia. (Lihat pula: Sumbangan untuk Jokowi-JK Capai Rp 35 Miliar)

    Seluruh ketua umum dan elite partai pendukung Jokowi-Kalla, kata dia, sudah bergerak di lapangan. Mereka telah menggerakkan mesin politik partainya masing-masing agar efektif mendulang suara. "Tapi, keterbatasan dana membuat mesin belum optimal dan baru gerak dalam tiga pekan terakhir," kata dia.

    Hasil sigi sejumlah lembaga survei belakangan ini menempatkan elektabilitas Prabowo-Hatta hanya berjarak kurang dari 7 persen di bawah Jokowi-Kalla. Kemarin, lembaga survei yang tak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum, Institut Survei Indonesia, bahkan mengeluarkan hasil sigi yang menyatakan elektabilitas Prabowo-Hatta di atas Jokowi-Kalla.

    Lembaga ini mengklaim sebanyak 51,18 persen responden memilih Prabowo-Hatta dan 48,82 persen memilih Jokowi-Kalla. Survei terhadap 999 orang di 33 provinsi itu mengambil responden terbanyak di Jawa Barat yakni 175 orang, dan Papua Barat terkecil, 4 orang. 

    Ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, optimistis akan mengalahkan Jokowi-Kalla pada 9 Juli nanti. "Secara psikologis dan empiris tak ada alasan bagi (Prabowo-Hatta) untuk tak menang," kata Mahfud di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin. (Baca juga: Debat Capres Naikkan Elektabilitas Prabowo-Hatta).

    Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, bahkan mengklaim, Prabowo-Hatta sudah mengantongi 63 persen suara. "Ini survei yang valid, yang dilakukan dengan metodologi mendekati 100 persen suara sah," kata Suhardi  di tempat yang sama.

    SINGGIH SOARES | IRA GUSLINA SUFA | SUNDARI | ANANDA TERESIA



    Terpopuler
    Kejanggalan Pembunuhan di Rumah Tentara Bandung

    Rapor APBD DKI Merah, Ahok Bela Jokowi

    Akil Mochtar Minta Kewarganegaraan Dicabut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.