Momentum Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta-Calon Presiden Joko Widodo kian mendapat dukungan besar dari rakyat, terutama segmen wong cilik, menjelang Pemilihan Presiden yang dilaksanakan hari ini. Jokowi, demikian sapaan akrabnya, juga diyakini akan memberikan perubahan bagi Indonesia lima tahun ke depan jika memenangkan pemilihan dan menjadi Presiden Indonesiaa.

     Peneliti Lingkaran Survey Indonesia Fitri Hari mengatakan menguatnya dukungan dari kalangan wong cilik itu karena Jokowi menjanjikan kartu Indonesia sehat dan Kartu Pintar bagi rakyat Indoensia. “"Materi door to door berisikan janji program 100 hari pemerintahan Jokowi-Kalla sangat menyentuh segmen pemilih wong cilik," kata dia di Jakarta kemarin.

     Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Syamsudin Haris meyakini pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan membawa perubahan jika terpilih memimpin negeri ini. Jokowi dinilai memiliki gaya yang tidak retoris, tak banyak pidato dan langsung mengeksekusi persoalan. “Gaya kepemimpinan Jokowi berbeda dengan Suslo Bambang Yudhoyono,” kata Syamsudin, kemarin.

    Adapun pakar politik dari Lembaga Survei Indonesia, Kuskridho Ambardi mengatakan kedua calon presiden saat ini (Prabowo Subianto dan Joko Widodo) mempunyai gaya yang berbeda. Dalam hal Jokowi, Kuskridho menilai calon nomor urut dua itu lebih mendengarkan pendapat bawahan. "Jokowi lebih bottom up," ujar Kuskridho.

    Sedangkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyatakan kedua kandidat merupakan sosok yang dibutuhkan bangsa ini. Dan dia menyerahkan kepada rakyat untk memilih sesuai pandangan masing-masing. “Pilih saja yang paling nyaman dihati,” kata dia.

     WAYAN AGUS PURNOMO | SUNDARI | SAID HELABY | YANDI ROFIYANDI

    Berita lainnya:
    Pemilu Presiden, TNI Siaga 1

    Tim Jokowi dan Prabowo Yakin Pilpres Aman

    Dewan Pers Ajak Media Massa Profesional



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.