Jokowi Tetap Unggul di Hitung Cepat dan Hitung Riil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jokowi dan Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan moderator dalam Debat Capres Cawapres 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, 5 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Jokowi dan Jusuf Kalla saat menjawab pertanyaan moderator dalam Debat Capres Cawapres 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, 5 Juli 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil penghitungan suara manual tim independen memperlihatkan Joko Widodo-Jusuf Kalla tetap unggul dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Berdasarkan tabulasi www.kawalpemilu.org, Jokowi-Kalla meraih 52,69 persen, sedangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 47,31 persen.

    Situs itu memuat penghitungan suara berdasarkan formulir C1 Komisi Pemilihan Umum yang ditabulasi hingga pukul 22.30 tadi malam. Jumlah suara terhimpun sekitar 109 juta dari data pemilih yang mencapai 130 juta orang. Kawalpemilu.org melibatkan relawan dalam jumlah besar untuk memasukkan data C1. "Kami berpartisipasi mengawal pemilu untuk mencegah perpecahan," kata penggagas kawalpemilu.org, Ainun Najib, kemarin.

    Lebih dari 700 orang yang tersebar di berbagai tempat, menurut Ainun, ambil bagian dalam tabulasi tersebut. Dia mengaku, kawalpemilu dirancang bersama rekannya yang merupakan programmer perusahaan teknologi informasi di Silicon Valley, Amerika Serikat. "Dengan cara ini, mereka akan tahu kalau kalah bukan karena dicurangi," kata Ainun, yang mengenyam pendidikan di Nanyang Technological University, Singapura, ini

    Ainun menjelaskan, untuk menjaga akurasi, relawan bekerja sangat hati-hati dan cermat. Beberapa kesalahan data, seperti tidak terbaca dan kesalahan memasukkan angka C1, bisa ditemukan. "Kami independen. Semuanya transparan, publik bisa melihat dan memantaunya," kata Ainun.

    Hasil tabulasi kawalpemilu tak jauh berbeda dengan penghitungan manual tim pemenangan Jokowi-Kalla. Mereka mencatat Jokowi-Kalla mendapat 53,46 persen, sedangkan Prabowo-Hatta 47,91 persen. "Data yang masuk sudah 90 persen ke atas,” kata Djarot Saiful Hidayat, koordinator saksi Jokowi-Kalla, kemarin.

    Tabulasi kawalpemilu juga mirip dengan hasil hitung cepat lembaga survei seperti CSIS, Indikator Politik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, Populi Center, Radio Republik Indonesia (RRI), dan Saiful Mujani Research Center.

    Direktur Utama RRI Niken Widiastuti menegaskan, hitung cepat lembaganya sangat bisa dipertanggungjawabkan. “Kami netral dan independen. Apa yang kami lakukan tanpa pretensi dan keberpihakan terhadap capres-cawapres mana pun,” kata Niken dalam siaran persnya di laman resmi RRI.

    Di tempat terpisah, kubu Prabowo Subianto tetap yakin memenangi pemilihan presiden. Berdasarkan hitung manual tim koalisi Merah Putih, Prabowo, yang berpasangan dengan Hatta Rajasa, mendapat 52,04 persen. Sedangkan Jokowi-Kalla 47,96 persen. Kemenangan ini juga dilansir lembaga survei melalui hitung cepat seperti Indonesia Research Center, Jaringan Suara Indonesia, Puskaptis, dan Lembaga Survei Nasional. "Insya Allah yakin," kata Prabowo di kantor pusat Muhammadiyah kemarin.

    PRIO HARI KRISTANTO | REZA ADITYA | YANDI

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler:
    Saking Miskinnya, Nenek Ginem Makan Bangkai
    NASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar Bumi
    Singgung Rasul, Ini Klarifikasi Quraish Shihab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.