Bursa Menperindag: Kalla Usulkan Lutfi, Mega Usung Rini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Muhaimin Iskandar, Joko Widodo, Jusuf Kalla Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jakarta, 5 Oktober 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (ki-ka) Muhaimin Iskandar, Joko Widodo, Jusuf Kalla Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan tertutup di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jakarta, 5 Oktober 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta- Presiden terpilih Joko Widodo disebut-sebut sedang menimbang dua nama untuk menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Keduanya adalah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, yang dijagokan oleh wakil presiden terpilih Jusuf Kalla; dan Ketua Tim Transisi Rini Soemarno, yang diusulkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

    Menurut seorang politikus PDI Perjuangan, partai banteng telah menyetor tujuh nama sebagai kandidat menteri. Salah satunya adalah Rini Soemarno. “Meski bukan kader partai, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu adalah orang kepercayaan Megawati,” kata dia kepada Tempo kemarin. (Baca juga: Rini dan Lutfi Bersaing untuk Jabatan Menperindag)

    Awalnya, ia mengimbuhkan, Rini dinominasikan sebagai Menteri Keuangan atau Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Namun Jokowi menginginkan kedua pos itu diisi pakar keuangan yang tidak terkait dengan partai politik. Mantan Direktur Utama PT Astra International itu lantas diproyeksikan menempati pos lamanya di era Presiden Megawati. (Baca juga: Kabinet Jokowi, Nama Sri Mulyani dan Jonan Mencuat)

    Sedangkan nama Lutfi, menurut orang dekat Kalla, diusung oleh mantan Ketua Umum Golkar itu. Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini dikenal dekat dengan Kalla dan menduduki jabatan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal semasa pemerintahan Yudhoyono-Kalla pada 2004-2009. “Lutfi juga ikut mendukung kampanye JK pada pemilihan presiden lalu,” tuturnya. (Baca juga: Ditanya Soal Menteri, Mega dan JK Bungkam)

    Masuknya Lutfi sebagai kandidat dibenarkan oleh Menteri Perindustrian M.S. Hidayat. Ia menuturkan, jika Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan jadi dilebur, kemungkinan besar Lutfi yang akan jadi menterinya. Ditanya ihwal sumber informasinya, Hidayat enggan buka mulut. “Itu pendapat pribadi saya, dari yang saya tangkap dan dengar,” ujar dia.

    Dimintai tanggapan, Menteri Lutfi mengaku tidak tahu-menahu ihwal pencalonan dirinya sebagai Menperindag. “Saya tidak tahu, wallahi,” kata dia. Seusai acara perpisahan dengan jajaran Kementerian Perdagangan pada Senin lalu, Lutfi menegaskan niatnya untuk kembali ke dunia bisnis. Namun, ditanya bagaimana kalau Jokowi meminangnya menjadi menteri, ia tak tegas menjawab. "Ya, untuk negara, itu kan pengabdian. Tapi itu di luar rencana saya," katanya.

    Deputi Tim Transisi, Eko Putro Sandjojo, juga mengaku tak paham ihwal pencalonan Lutfi dan Rini sebagai Menperindag. "Ketika membahas kriteria menteri, Jokowi tak pernah menyebutkan nama," tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    Ia hanya menegaskan, siapa pun menterinya harus memenuhi tiga kriteria, yakni memiliki kemampuan memimpin, punya integritas, serta memiliki rekam jejak yang baik. Ketiga hal tersebut diperlukan lantaran, berdasarkan kajian Tim Transisi, seorang menteri harus berkoordinasi dengan lebih dari 10 kementerian.

    ANTON SEPTIAN | AGUSTINA WIDIARSI | ANANDA TERESIA | AMIR TEJO | GANGSAR PARIKESIT | RIKY FERDIANTO | EFRI RITONGA

    Berita lain:
    KPK Sebut Jokowi Tak Punya Rekening di Luar Negeri  
    Kata Syafii Maarif Soal Acara Penyambutan Jokowi
    Mark Zuckerberg Pamer Foto Blusukan di Akun FB  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.