Konflik Golkar: Aburizal di Atas Angin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ikut memeragakan tarian Kecak saat akan menghadiri deklarasi pencalonan presiden dalam Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu di Sanur, Bali, Senin (4/6). TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ikut memeragakan tarian Kecak saat akan menghadiri deklarasi pencalonan presiden dalam Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu di Sanur, Bali, Senin (4/6). TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di atas angin dalam kisruh perebutan pucuk pimpinan partai beringin itu. Sejumlah pengurus Golkar daerah memberikan dukungan terhadapnya.

    Aburizal kemarin mengumpulkan pengurus provinsi di Hotel Jakarta Convention Center dan pengurus kabupaten/kota di Menteng, Jakarta Pusat. Mereka memantapkan rencana musyawarah nasional di Bali pada 30 November. (Baca juga: Sultra Anggap Presidium Penyelamat Golkar Illegal)

    Pengurus provinsi itu membuat pernyataan dukungan tertulis kepada Aburizal. Mereka mengklaim dukungan berasal dari 34 provinsi. "Kami tidak ingin ada orang yang mendikte urusan Golkar," kata Ketua Golkar DIY, Gandung Pardiman. (Baca juga: Golkar Bali: Kami Cinta Ical Walau Ada Kekurangan)

    Ketua Pengurus Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, pun mengklaim sebagian pengurus provinsi sudah mendukung, meski belum resmi. "Mereka masih dalam perjalanan, tapi sudah setuju," kata dia. (Baca juga: Janji Ical ke JK Soal Munas Golkar yang Demokratis)

    Penyebab perpecahan di Golkar adalah adanya kubu yang menginginkan pemilihan ketua umum dipercepat menjadi 30 November dan kubu yang menuntut musyawarah nasional itu tetap digelar pada 15 Januari 2015 sesuai dengan keputusan musyawarah nasional di Riau 2009. (Baca juga: Ical Lengser, Idrus Marham: Golkar Baik-baik Saja)

    Aburizal akhirnya dikudeta dalam sidang pleno rapat pengurus pusat. Agung Laksono kemudian membentuk presidium dan memutuskan musyawarah nasional digelar pada 15 Januari mendatang. Dasar pembekuan kepengurusan itu, karena Aburizal dianggap memaksakan kehendak dengan menggelar forum tertinggi Munas Golkar di Bali pada 30 November. (Baca juga: Golkar Tuban Dukung Hasil Rapimnas  )

    Anggota Presidium, Yorrys Raweyai, mengatakan pihaknyalah yang saat ini menguasai kantor pusat Golkar. “Mulai hari ini, DPP dikuasai tim penyelamat,” katanya. (Baca juga: Yoris Raweyai: AMPG Ical Orang Bayaran)

    Setelah menguasai markas besar, tim penyelamat akan segera membentuk kepanitiaan untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk melaksanakan musyawarah nasional. “Yang pasti, tidak dalam lima hari ini. Partai Golkar itu partai besar, perlu persiapan banyak. Memangnya LSM,” katanya. (Baca juga: Golkar Daerah Disebut Bak Jongos Ical )

    Beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, tidak bulat mendukung Aburizal. Sekretaris Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, mengatakan enam Ketua Golkar kabupaten/kota asal kader Kosgoro tak akan memilih Aburizal. “Walaupun ada kesepakatan pengurus Sumut dengan kabupaten/kota mendukung Ical," kata Riza. (Baca juga: Elite Golkar Terbelah, Golkar Daerah Bingung  )

    Pengamat politik Refly Harun menilai kisruh di tubuh Golkar terjadi akibat Aburizal memaksakan diri kembali menjadi ketua umum. "Kunci Golkar bersatu kembali, Ical harus legowo, jangan ngotot jadi ketua," kata Refly. Dia menganggap persoalan Golkar muncul akibat tak adanya kompetisi sehat dalam partai. "Konflik kali ini bisa berujung munculnya dua versi kepengurusan partai seperti PPP."

    MITRA TARIGAN | MOYANG KASIH | DEWI SUCI | PERSIANA GALIH | REZA ADITYA | MUHYIDDIN

    Berita lain:
    Jokowi: Siapa Bilang Melarang Menteri ke DPR
    Operasi Zebra, Berapa Denda Tilang Pelanggar?
    Golkar Kubu Ical Lawan Instruksi Menko Polkam  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.