Jonan Investigasi Izin Terbang Air Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Ignasius Jonan (kiri) bersama CEO AirAsia, Tony Fernandes, usai  memberikan keterangan pers terkini terkait pencarian pesawat Air Asia di Otoritas Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Desember 2014.  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menhub Ignasius Jonan (kiri) bersama CEO AirAsia, Tony Fernandes, usai memberikan keterangan pers terkini terkait pencarian pesawat Air Asia di Otoritas Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 29 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sedang menginvestigasi kekacauan dalam pemberian izin terbang maskapai penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura dalam penerbangan Minggu. Hal itu dilakukan karena izin yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hanya untuk penerbangan pada Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. (Baca: Tragedi Air Asia, 41 Korban Jemaat dari Satu Gereja)

    "Masih dalam investigasi lapangan," ujar Staf Khusus Keterbukaan Informasi Publik Menteri Perhubungan, Hadi M. Djuraid, kepada Tempo, Ahad 4 Januari 2015. Investigasi, ia mengimbuhkan, diperlukan pula untuk menyusun kronologis lengkap menjelang jatuhnya pesawat yang membawa 155 penumpang dan 7 awak kabin tersebut.

    Penyelidikan ini adalah kelanjutan dari temuan dugaan pelanggaran izin yang dilakukan AirAsia. Dari jadwal seharusnya empat hari sepekan, maskapai itu ternyata juga terbang pada Rabu, Jumat, dan Ahad.  Kementerian Perhubungan kemudian membekukan sementara izin AirAsia untuk rute Surabaya-Singapura dan sebaliknya mulai Jumat, 2 Januari 2015. (Baca: Ini 9 Korban Air Asia yang Telah Diidentifikasi)

    Dalam jumpa pers pada Jumat pekan lalu, Direktur Safety and Security AirAsia, Raden Achmad Sadikin, memastikan penerbangan QZ8501 sudah mengantongi izin. "Saya yakin sudah ada izin. Tidak mungkin bisa terbang kalau tidak ada izin," katanya.

    Hal senada diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha. “AirAsia telah mengajukan izin rute dan jadwal ke Indonesia Slot Coordinator (IDSC—lembaga yang mengatur jadwal penerbangan) dan di dalam slot sudah diperbolehkan," kata dia kepada Tempo.

    Rapat Indonesia Slot Coordinator sendiri dihadiri pihak Kementerian Perhubungan selaku regulator, juga Angkasa Pura I dan AirNav Indonesia. Slot yang diminta pun akan disesuaikan pula dengan kesediaan bandara internasional tujuan. Apabila tersedia dan tak ada masalah pada jalur udara, akan diteruskan ke Dirjen Perhubungan Udara untuk mendapatkan persetujuan. Setelah itu, akan dikirimkan ke Air Traffic Controller dan Angkasa Pura I untuk diumumkan. (Baca: Tak Patuhi Rute, Jonan Ancam Cabut Izin Maskapai)

    Adapun menurut General Manager Angkasa Pura I, Trikora Harjo, pemberian izin rute penerbangan bukan merupakan kewenangan pihaknya. "Tak ada kewenangan Bandara Juanda memberikan izin terbang," ujarnya. Pemberian izin, kata dia, merupakan kewenangan khusus Direktur Jenderal Perhubungan Udara, dan seharusnya tak berbeda jauh dengan rekomendasi IDSC. Namun ia tak berani memastikan apakah rekomendasi IDSC dapat menjadi pegangan resmi maskapai dalam melakukan penerbangan. "Tanya ke Kemenhub kalau soal itu," katanya.

    Menteri Jonan telah memanggil Direktur Utama AirNav Indonesia Bambang Tjahjono dan Direktur PT Angkasa Pura I yang membawahkan Bandara Juanda, Sidoarjo, Tommy Soetomo untuk membahas ihwal izin terbang AirAsia QZ8501.

    Dihubungi kemarin, juru bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, menegaskan, jadwal winter season (24 Oktober 2014-Maret 2015) AirAsia untuk rute Surabaya-Singapura tidak termasuk hari Ahad. Selain itu, tidak ada surat izin yang dikeluarkan atau diajukan untuk penerbangan pada hari itu. "Tak ada pengajuan untuk pengalihan penerbangan, extra-flight pun tak ada," ujarnya. 

    Dimintai tanggapannya kemarin, Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia, Sunu Widyatomoko, tidak membantah perihal pendapat regulator penerbangan yang menyebutkan perlu adanya evaluasi di rute Surabaya-Singapura. Ia mengatakan AirAsia berjanji akan bekerja sama dengan regulator. Sayangnya, Sunu menolak menjelaskan lebih detail mengenai proses evaluasi ini.

    ANDI RUSLI | URSULA FLORENE | TRI ARTINING PUTRI  | AGITA SUKMA LISTYANTI   | EFRI R

    Baca berita lainnya:
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat

    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?

    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur

    Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan

    Munas Islah Golkar, Agus Gumiwang Menolak Maju


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.