TNI AL Berupaya Angkat Ekor Air Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia A320 bersiap mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Maret 2013. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    Pesawat AirAsia A320 bersiap mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Maret 2013. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Lokasi ekor AirAsia PK-AXC ditemukan Rabu, 7 Januari 2015, tak jauh dari tempat penyisiran pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang pada Ahad, 28 Desember lalu, itu. Bagian ekor pesawat dan sejumlah serpihan lain berserakan di kedalaman 35 meter Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

    Diyakini, kotak hitam berada di ekor pesawat tersebut. “Berdasarkan analisis pengalaman selama ini, biasanya black box ditemukan tidak jauh dari bagian-bagian besar, termasuk ekor,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya F. Henry Bambang Soelistyo.

    Ini merupakan hasil terbesar pencarian serpihan pesawat AirAsia jenis Airbus 320-200 itu. Selain mengevakuasi puluhan jenazah, tim Basarnas menemukan berbagai serpihan pesawat dan barang milik penumpang. Upaya mengangkat ekor pesawat bergantung pada kondisi gelombang dan derasnya arus bawah laut yang berlumpur.

    Hari ini, TNI Angkatan Laut kembali menerjunkan sejumlah penyelam. Mereka akan mengangkat ekor pesawat dan mencari kotak hitam. “Bagian ekor pesawat ini dinaikkan sekaligus untuk mencari keberadaan black box," kata komandan penyelam, Mayor Marinir Profs Dhegratmen, dari Detasemen Jala Mengkara, di kapal MGS Geosurvey kemarin.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan kotak hitam itu harus diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi, bukan oleh negara lain. "Logistik pencarian, tim Basarnas yang mengatur. Karena itu, pembacaan black box harus di Indonesia," kata Jonan.

    Menurut Ketua Sub-Komite Udara KNKT, Masruri, instansinya sudah memiliki teknologi untuk mengunduh data dari kotak hitam. Sebuah kotak hitam, menurut dia, bisa menyimpan 25 jam data suara percakapan. "Nanti kami harus memilah mana yang berkaitan dengan kecelakaan itu," kata dia.

    Menurut Ketua Tim Investigasi KNKT Mardjono Siswosuarno, pihaknya akan melibatkan ahli dari Amerika Serikat dan Prancis yang membuat bagian-bagian kotak hitam itu. “Butuh tiga sampai empat bulan untuk menganalisis kotak hitam,” kata dia, ”Semua tergantung kondisi kotak hitam saat ditemukan.”

    DEWI SUCI RAHAYU | PUTRI ADITYOWATI| ROBBY IRFANI | INDRI MAULIDAR| TRI ARTINING PUTRI | ANTON A

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Ekor Air Asia Ditemukan di Dasar Laut
    Sindir ISIS, 11 Pekerja Majalah Tewas Ditembak 

    Kutipan Utuh Fatwa Boleh Interupsi Khotbah Ngawur 

    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk Singapura?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.