Teror Charlie Hebdo Bisa Terjadi di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Charb, direktur penerbitan media satir Charlie Hebdo, bersama kartunis bernama Cabu, Honore, Tignous, dan Wolinski serta ekonom Bernard Maris tewas dalam penyerangan. Dikabarkan Charlie Hebdo baru mencuit tentang karikatur pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, sesaaat sebelum penyerangan. REUTERS/Jacky Naegelen

    Charb, direktur penerbitan media satir Charlie Hebdo, bersama kartunis bernama Cabu, Honore, Tignous, dan Wolinski serta ekonom Bernard Maris tewas dalam penyerangan. Dikabarkan Charlie Hebdo baru mencuit tentang karikatur pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, sesaaat sebelum penyerangan. REUTERS/Jacky Naegelen

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai mengatakan aksi teror seperti penembakan brutal di kantor tabloid mingguan Charlie Hebdo di Paris sangat mungkin terjadi di Indonesia. Sebab, kata dia, sisa jaringan teroris di dalam negeri masih ada.

    “Banyak dari mereka yang masih sembunyi, contohnya jaringan Santoso,” kata Ansyaad ketika dihubungi Tempo, kemarin. Santoso adalah salah seorang pimpinan jaringan teroris yang paling dicari polisi di Poso, Sulawesi Tengah.

    Purnawirawan inspektur jenderal itu mengingatkan aksi teror di Indonesia bukan lagi serangan bom, melainkan tembakan senjata api. Aksi penembakan terhadap sejumlah polisi sepanjang 2014, kata dia, adalah contoh perubahan perilaku teror di Indonesia. “Jadi (serangan tiba-tiba teroris), sangat mungkin terjadi,” ucap Ansyaad.

    Pada Rabu siang waktu Paris, Prancis, kantor redaksi Charlie Hebdo diserbu tiga pria bersenjata. Dari rekaman video penyerangan yang beredar di dunia maya, tampak dua di antaranya mengenakan topeng hitam dan menyandang senapan Kalashnikov serta peluncur granat. Dalam aksi brutal ini, 12 orang tewas dan 11 lainnya terluka.

    Aksi ini diduga terkait dengan kelompok militan ISIS karena, beberapa jam sebelumnya, Charlie Hebdo mencuit di akun Twitter mereka soal ilustrasi pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi. Tapi, menurut harian Inggris, Telegraph, seorang saksi mata bernama Cedric Le Bechec, mengaku mendengar salah seorang pelaku sempat berteriak mengklaim berasal dari grup teroris Al-Qaidah di Yaman.

    Pemimpin dunia dan masyarakat internasional, termasuk Indonesia, mengutuk tindakan tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan peristiwa itu menjadi peringatan bagi Indonesia untuk waspada terhadap kejahatan terorisme. Termasuk, kata Kalla, peringatan travel warning dari pemerintah Amerika dan Australia terhadap ancaman aksi terorisme di Surabaya dan Bali. “Tapi saat ini tak ada indikasi dan bukti soal meningkatnya ancaman aksi terror itu.”

    INDRA WIJAYA | FRANSISCO ROSARIANS | ANTON A

    Topik terhangat:
    AirAsia
    | Khutbah Jumat | Charlie Hebdo | Menteri Jonan | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Interupsi Khotbah Jumat, FPI: Itu Kurang Beradab 
    Heboh, Dosen IAIN Ajak Mahasiswa Belajar di Gereja 
    Soal Charlie Hebdo, Ini Kata Penulis Ayat Setan 
    'PNS Seksi' di Kota Bekasi Ditegur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.