Puan Maharani Yakin Trah Sukarno Tetap Pimpin PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia Rakernas PDIP Puan Maharani, saat berikan pidato pembukaan pada Rakernas PDIP III di Ancol, Jakarta (06/09). TEMPO/Dasril Roszandi

    Panitia Rakernas PDIP Puan Maharani, saat berikan pidato pembukaan pada Rakernas PDIP III di Ancol, Jakarta (06/09). TEMPO/Dasril Roszandi


    Puan menyadari ada keturunan Sukarno lain, yakni kakaknya, Prananda Prabowo; dan sepupunya, Puti Guntur Soekarno. Saat ini, Prananda menjabat Kepala Ruang Pengendali dan Analisis Situasi PDIP. Adapun Puti duduk sebagai wakil rakyat di DPR. “Kakak saya behind the scene-lah, bukan orang yang mau tampil dan lebih introvert. Kalau Mbak Puti, sebagai anggota DPR, jadi kami berharap sekarang fokus di DPR,” katanya.

    Walau Puan menginginkan trah Sukarno tetap memimpin partai, hasil sigi lembaga riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa kader yang mendukung orang luar di pucuk PDIP pun tak sedikit. Dari 467 pemimpin Dewan Pimpinan Cabang dan 28 Dewan Pimpinan Daerah yang diwawancarai CSIS, sebanyak 48,2 persen responden menganggap isu trah Sukarno bukan lagi penentu posisi ketua umum. “Pelan-pelan para kader partai mulai berpikir terbuka demi masa depan partai,” ujar peneliti CSIS, Arya Fernandes, kemarin.

    Ketua PDIP Maruarar Sirait juga menilai keturunan Sukarno bukanlah satu-satunya syarat menjadi ketua umum. “Tidak masalah apakah keturunan Sukarno atau tidak, asalkan dia mengikuti jalur yang dimiliki Megawati,” katanya.

    Wali Kota Solo yang juga kader PDIP, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan tak ada persaingan di antara keturunan Sukarno untuk mengisi jabatan tertentu di partai. “Tak ada yang berebut posisi, semuanya kan prerogatif Mbak Mega,” ujar Rudyatmo. “Beliau yang menentukan.”

    ANANDA TERESIA | RIKY FERDIANTO | TIKA PRIMANDARI | ANTONS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.