Reshuffle Kabinet Jokowi-JK, Pergeseran Menteri Deadlock

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kiri) mengantar kepergian Presiden Jokowi jelang kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Rakyat Cina di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    Wapres Jusuf Kalla (kiri) mengantar kepergian Presiden Jokowi jelang kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Republik Rakyat Cina di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 22 Maret 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tarik-menarik soal pergantian menteri masih terjadi di Istana. Hal inilah yang membuat Presiden Joko Widodo memundurkan reshuffle setelah Lebaran. Menurut seorang sumber di Istana, pertimbangan terberat adalah saat Presiden harus mencari pengganti Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, jika dia digeser.

     Presiden Joko Widodo tengah mempertimbangkan dua nama masuk sebagai kandidat menteri, yakni Darmin Nasution dan Kuntoro Mangkusubroto. Sumber di Istana Negara menganggap Darmin akan mengisi posisi Sofyan. Sofyan dianggap gagal mengkoordinasi menteri-menteri di bawahnya.

    Menurut anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno, koordinasi dan komunikasi menteri-menteri bidang ekonomi masih buruk. "Masing-masing menteri bidang ekonomi berjalan sendiri-sendiri. Kurang kompak," kata politikus PDI Perjuangan ini di Jakarta, Senin 6 Juli 2015.

    Kinerja Sofyan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dianggap tak memuaskan. Sumber Tempo di Istana mengatakan, pengganti Andrinof ada kemungkinan adalah Kuntoro. “Tapi di sini pergeserannya masih deadlock,” kata sumber itu.

    Darmin pekan lalu tampak bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Namun ia membantah pertemuan itu untuk membahas penggantian menteri. ''Hanya diminta saran soal ekonomi,'' kata Darmin. Sedangkan Kuntoro diduga belum memberikan respons atas tawaran Presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.