Ekonomi Lesu, Tiket Konser Ludes: Orang Indonesia Hebat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikon musik rock Amerika Bon Jovi tampil memukau ribuan penggemarnya yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 11 September 2015. Bon Jovi akan melanjutkan turnya ke Bangkok, Kuala Lumpur, Seoul, Makau, Taipei, Abu Dhabi, dan Tel Aviv. TEMPO/Nurdiansah

    Ikon musik rock Amerika Bon Jovi tampil memukau ribuan penggemarnya yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 11 September 2015. Bon Jovi akan melanjutkan turnya ke Bangkok, Kuala Lumpur, Seoul, Makau, Taipei, Abu Dhabi, dan Tel Aviv. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dianggap menjadi pasar yang menjanjikan buat para bintang musik internasional. "Yang ada sekarang masih kecil," ujar Adrie Subono, promotor kawakan, kepada Tempo kemarin. "Sekali konser rata-rata menghadirkan lima ribu sampai 20 ribu penonton. Sedangkan total penduduk kita berapa?"

    Di samping jumlah penduduk yang mencapai 250 juta, dia menilai karakteristik penggemar musik Indonesia amat unik. "Mereka rela melakukan apa saja untuk melihat langsung aksi idolanya," ujar Adrie, 61 tahun.

    Pendiri Java Musikindo itu mengatakan pelemahan ekonomi tidak mempengaruhi animo masyarakat terhadap pergelaran musik hidup. Begitu mengetahui idolanya akan datang, para penggemar langsung mempersiapkan diri, terutama soal biaya. Jadi, harga tiket yang selangit tidak jadi halangan. ”Orang Indonesia itu hebat,” ujar Adrie.

    Sebanyak 40 ribu tiket Bon Jovi yang semalam tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno ludes. Promotor Live Nation Entertainment menetapkan banderol dari Rp 500 ribu sampai Rp 3,5 juta. Akhir Agustus lalu, biduanita Amerika Serikat, Ariana Grande, menggelar konser di Kemayoran dan menyedot 9.000 penonton yang membayar Rp 800 ribu sampai Rp 6 juta. "Mereka tidak mau kehilangan kesempatan karena enggak tahu kapan lagi bisa melihat idolanya sedekat itu," kata Adrie.

    Cheri, manajer divisi sport and entertainment Dyandra Promosindo--promotor Ariana Grande--mengatakan Indonesia kini telah menjelma menjadi pasar subur konser di Asia, setelah Jepang, Singapura, dan Filipina. "Dipengaruhi perkembangan teknologi, sehingga masyarakat bisa tahu lebih banyak tentang artis-artis mancanegara," ujarnya.

    Hanya, Cheri melanjutkan, promotor harus berhati-hati soal harga. Jika tiket dibanderol kelewat mahal, meski animo tetap tinggi, jumlah penonton dipastikan minim. "Banyak kasus konser gagal, sehingga merugikan promotor," ujarnya.

    AISHA SHAIDRA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.