Setahun Jokowi-JK, Jokowi: Kami Baru Bangun Fondasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat tiba di lapangan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 2015. Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara dalam peringatan kali ini. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo saat tiba di lapangan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 2015. Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara dalam peringatan kali ini. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintahannya selama setahun ini masih dalam tahap membangun fondasi. Menurut dia, dengan banyaknya persoalan fundamental yang harus dibenahi, terlalu dini jika pemerintahannya diharapkan langsung memberikan hasil sesuai dengan janji kampanye.

    “Kita masih dalam proses, baru membuat rumah, baru gali fondasi. Batunya dipasang saja belum rampung, tapi sudah ditanya genteng,” kata Jokowi dalam wawancara dengan Tempo di Istana Merdeka, kemarin.

    Ia berujar, pembangunan fondasi dalam pemerintahan pun belum sepenuhnya rampung. Jokowi memastikan bahwa dasar yang dibangunnya akan kuat di semua sisi pemerintahan, baik di sektor ekonomi, politik, pembangunan birokrasi, penegakan hukum, serta pencapaian pembangunan poros maritim.

    Jokowi mencontohkan, program poros maritim baru akan terlihat hasilnya dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Menurut dia, pengembangan poros maritim baru memasuki tahap pembangunan pelabuhan sebagai infrastruktur awal. Pelabuhan besar yang mulai dibangun misalnya Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar New Port, dan Sorong.

    “Kalau pelabuhannya sudah jadi sekitar 3,5 tahun, baru kita bicara kapal besar sebagai pendulumnya,” kata Presiden. Setelah itu, pelabuhan besar akan berperan sebagai penghubung pulau-pulau menengah dan pelabuhan kecil bertindak sebagai penghubung seluruh pulau. “Saat itulah manajemen distribusi logistik akan menjadi lebih baik.”

    Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki mengatakan Presiden juga berfokus membangun fondasi ekonomi yang kuat di tengah pelemahan ekonomi dunia. Dia menuturkan, fondasi di bidang ekonomi itu meliputi pemangkasan birokrasi, pencabutan subsidi bahan bakar minyak, dan pemotongan perizinan yang rumit.

    “Penerbitan paket-paket kebijakan merupakan cara untuk membangun fondasi ekonomi. Tahun ini memang sulit, tapi kami gunakan untuk membangun fondasi,” katanya.

    Selain bidang ekonomi, Teten menambahkan, pemerintah terus membangun konsolidasi birokrasi agar instruksi dari pusat bisa langsung dieksekusi oleh para aparat di daerah. Menurut dia, mengubah mental seluruh aparat, baik di pusat maupun di daerah, tidak bisa dilakukan dengan seketika. “Pemerintah pusat sudah mulai, tapi kalau di daerah tidak dimulai, ya tidak mungkin,” katanya.

    Pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya, menilai pemerintahan Jokowi-Kalla memang sedang dalam tahap membenahi sejumlah masalah fundamental. Dia mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi Jokowi adalah melawan dan menghadapi arus besar yang menginginkan pelemahan dalam pemberantasan korupsi.

    “Perlu dipahami bahwa Jokowi adalah presiden pertama yang tidak memiliki kekuatan politik, dia bahkan bukan elite politik,” ucapnya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.