'Kesaktian' Terduga Penyuap Irman Gusman, Mengubah Jaksa Jadi Pembela  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK bersama pimpinan KPK Agus Rahardjo, Laode Muhammad Syarif dan Alexander Marwata menunjukkan barang bukti OTT ketua DPD RI Irman Gusman di gedung KPK, Jakarta, 17 September 2016. TEMPO/Nurdiansah

    Penyidik KPK bersama pimpinan KPK Agus Rahardjo, Laode Muhammad Syarif dan Alexander Marwata menunjukkan barang bukti OTT ketua DPD RI Irman Gusman di gedung KPK, Jakarta, 17 September 2016. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Padang - Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor terduga penyuap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Xaveriandy Sutanto, Minggu 18 September 2016. Kantor CV Semesta Berjaya yang juga menjadi kediaman Xaveriandy itu terletak di Jalan Kilometer 5 Bypass, Kota Padang, Sumatera Barat. Dari rumah tersebut, penyidik terlihat menjinjing tiga buah koper berisi dokumen.

    Pada saat bersamaan, penyidik KPK juga menggeledah gudang CV Rimbun Padi Berjaya, yang terletak di Kilometer 22 Bypass, Kota Padang. Hasilnya, empat koper dokumen diangkut ke dalam mobil. (Baca: KPK Sebut Kasus Irman Gusman Sangat Tercela, Ini Sebabnya)

    Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut penangkapan terhadap Ketua DPD Irman Gusman bersama Xaveriandy dan istrinya, Memi, Sabtu 17 September 2016. Irman diduga menerima suap Rp 100 juta sebagai imbalan menghubungi Bulog agar memberikan kuota distribusi tambahan gula untuk wilayah Sumatera Barat kepada CV Semesta Berjaya.

    Xaveriandy berstastus terdakwa perkara gula impor tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) di Sumatera Barat. Persidangan kasusnya tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Padang. Ketua majelis hakim kasus gula ilegal ini, Amin Ismanto, mengatakan Xaveriandy menjadi tahanan kota karena majelis hakim menganggapnya kooperatif.

    Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, Xaveriandy telah menyuap jaksa Farizal, yang menangani perkara tersebut. Xaveriandy diduga menggelontorkan besel sebesar Rp 365 juta supaya Farizal meringankan tuntutan itu.

    Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, meski Farizal adalah jaksa penuntut umum, ia justru bertindak seolah-olah menjadi penasihat hukum Xaveriandy, seperti membuatkan eksepsi. “Dia juga mengatur saksi-saksi yang menguntungkan terdakwa," kata Alex.

    Status tahanan kota juga dimanfaatkan Xaveriandy untuk melancong ke Jakarta dan mengunjungi rumah dinas Irman Gusman guna memberikan suap. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan penyidik sedang mendalami kemungkinan adanya uang lain yang diterima Irman. “Sedang dikembangkan,” kata dia.

    Dalam bisnis gula, Xaveriandy bukan pemain baru. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan CV Semesta Berjaya sudah pernah menjadi perusahaan mitra Bulog dalam penyaluran gula ke daerah. Hanya, ia tak menyebutkan kuota yang diterima CV Semensta hingga menghubungi Irman agar ditambah jumlahnya. "Seingat saya, CV SB pernah ikut mendistribusikan gula untuk wilayah Sumatera Barat, tapi harus dipastikan lagi," kata Djarot.

    Menurut Djarot, meski Bulog pernah bekerja sama dengan CV Semesta Berjaya, ia membantah kemitraan itu merupakan hasil rekomendasi dari Irman Gusman. "Pedagang gula yang akan ikut mendistribusikan gula Bulog tidak memerlukan rekomendasi dari pihak mana pun," katanya.

    ANDRI EL FARUQI | ANGGA SUKMAWIJAYA | PINGIT ARIA | AGUNG SEDAYU

    Berita lainnya:
    Rapat Akbar RT/RW, Amien Rais: Ahok Arogan

    Marissa Haque Lontarkan Sumpah Serapah ke Feni Rose

    Rupanya Ini yang Membuktikan Mirna Tewas karena Sianida


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.