Sel ISIS di Balik Penusukan Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polres Metro Tangerang melakukan olah kejadian perkara di sekitar pos polisi Cikokol, Kota Tangerang, 20 Oktober 2016. TEMPO/JONIANSYAH

    Polres Metro Tangerang melakukan olah kejadian perkara di sekitar pos polisi Cikokol, Kota Tangerang, 20 Oktober 2016. TEMPO/JONIANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menduga Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS berada di balik serangan terhadap anggota polisi di Kota Tangerang, Banten, kemarin. Tiga polisi, satu di antaranya kepala kepolisian sektor, terluka karena ditikam dalam serangan itu.

    Sultan Azianzah, pelaku serangan, disebutkan termasuk dalam jaringan Daulah Islamiyah di Ciamis, Jawa Barat, pada 2015. Kelompok ini mencita-citakan negara Islam. “Tapi dugaan ini masih terus kami dalami,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Komisaris Besar Irman Sugema.

    Sesaat sebelum tewas, Sultan juga mengungkap dirinya sebagai suruhan khalifah di Irak, Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS. Dalam sekarat akibat ditembak polisi, Sultan mengaku memakai belati polisi milik kakaknya. Dia mengaku tinggal bersama kakaknya itu di RT 004 RW 03 Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang.

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar memastikan bahwa Sultan simpatisan ISIS. Hal ini diketahui berdasarkan stiker yang ditempelkannya di pos polisi Cikokol kemarin. Stiker itu bertulisan Arab gundul yang jika dibaca berupa kalimat Laillahailallah, Muhammadarasulullah.

    ”Kami belum bisa memastikan dia dari kelompok yang mana,” ujar Boy, sambil menambahkan, “Tidak semua pelaku kejahatan bisa membuat bahan peledak, kecuali mereka yang mempunyai latar belakang terorisme.”

    Gubernur Banten Rano Karno tak menampik indikasi keberadaan simpatisan ISIS di daerahnya. Dia mengatakan informasi ini sudah disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan saat menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan beberapa waktu lalu. “Kami diberi tahu, dan kami tahu tempatnya,” kata Rano di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    JONIANSYAH | DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | AMIRULLAH

    Berita lainnya:
    Duterte Nyatakan Pisah dari AS dan Bergabung dengan Cina
    Ini yang Terjadi Saat Ayu Ting Ting Bertemu Nagita Slavina

    Skandal Donald Trump:Kata 10 Wanita yang Mengaku Digerayangi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.