Pilkada DKI, Tiap Kandidat Punya Aplikasi untuk Awasi Suara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berpartisipasi dalam simulasi pengawasan berbasis teknologi untuk Pilkada serentak 2017 di kantor Bawaslu, Jakarta, 8 Februari 2017. TEMPO/Ilham Fikri.

    Sejumlah warga berpartisipasi dalam simulasi pengawasan berbasis teknologi untuk Pilkada serentak 2017 di kantor Bawaslu, Jakarta, 8 Februari 2017. TEMPO/Ilham Fikri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 bersaing membuat aplikasi berbasis Internet untuk mengawasi tempat-tempat pemungutan suara pada Rabu 15 Februari 2017. Aplikasi masing-masing bisa diunduh di Play Store (perangkat Android) dan App Store (perangkat iPhone).

    Pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni meluncurkan aplikasi bernama “Jaga Agus-Sylvi”. Wakil ketua tim pemenangan Agus-Sylvi, Abdul Azis, mengatakan setiap relawan bisa melaporkan kecurangan dalam pemilihan dengan mengunggah video dan foto ke aplikasi itu. “Masyarakat juga bisa lapor,” ujarnya, Senin 13 Februari 2017.

    Baca juga:
    Beredar Headline Sampul Koran Tempo Palsu

    Jabatan Gubernur DKI: Ini Gaji, Fasilitas, dan Tantangannya

    Azis tak menyebutkan jumlah relawan mereka. Namun, kata dia, ada 400 organisasi relawan Agus-Sylvi dengan ratusan ribu anggota akan mengawal pemilihan Rabu besok. “Kalau saksi aplikasinya beda, cuma untuk penghitungan suara,” ujar Ketua Partai Persatuan Pembangunan Jakarta ini.

    Kandidat nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, malah punya tiga aplikasi untuk mengawal pemilihan suara, di antaranya MataBadja, yang diperkenalkan kemarin. Aplikasi berbasis Android ini dibuat oleh relawan Basuki-Djarot (Badja) untuk memudahkan simpatisan melaporkan perolehan suara di setiap TPS serta kecurangan yang terjadi. “Kami minta semua relawan gunakan aplikasi ini,” kata Koordinator MataBadja, Paring Waluyo Utomo.

    Adapun pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno telah meluncurkan aplikasi bernama “Salam Bersama untuk DKI Jakarta” pada November 2016. Sekretaris tim pemenangan Anies-Sandiaga, Syarif, mengatakan, sama seperti milik kandidat lain, aplikasi ini memiliki menu untuk melaporkan kecurangan dalam bentuk video dan foto. “Kalau ada pelanggaran dan kecurangan, tinggal buka dan masuk ke menu ‘yuks lapor’,” kata Syarif.

    Tak hanya aplikasi, pasangan Anies-Sandiaga juga membikin tim anti-curang dan politik uang. Taufik menyebutkan ada 10 orang yang mengawasi kecurangan di setiap kelurahan. “Mereka lapor ke grup perbincangan WhatsApp berupa foto dan video.”

    ERWAN HERMAWAN | LARISSA HUDA

    Simak juga:
    Demi Acara Sekolah Anak, Ibu Tunggal Ini Berperan Jadi Pria

    Cerita Habibie, Mulai dari Soal Soeharto hingga Prabowo



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.