Koalisi Partai Pendukung Jokowi untuk Pilpres 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, 19 Januari 2016. Pertemuan ini dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin,  Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Arief Hidayat, Ketua sementara KY Maradam Harahap dan Ketua BPK Herry Azhar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, 19 Januari 2016. Pertemuan ini dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Arief Hidayat, Ketua sementara KY Maradam Harahap dan Ketua BPK Herry Azhar. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa partai pendukung pemerintah bersiap mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2019. Salah satu partai yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo atau Jokowi adalah Hanura.

    Wakil Ketua Umum Hanura, Nurdin Tampubolon, mengatakan partainya akan mengukuhkan dukungan kepada Jokowi dalam rapat pimpinan nasional pada 4–6 Agustus mendatang di Bali. “Ini menegaskan sikap kami pada musyawarah nasional luar biasa partai pada 2016,” ujar dia.

    Hanura menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa ketika mantan ketua umumnya, Wiranto, menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Kursi Wiranto sebagai ketua umum kini diduduki Oesman Sapta Odang. Ketika itu, Wiranto juga menyatakan Hanura akan mengusung Jokowi pada Pemilu 2019.

    Nurdin melanjutkan, partainya akan menjadikan pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 sebagai sarana memanaskan mesin partai untuk menyambut pemilihan presiden pada 2019. “Kader kami banyak di daerah, kalau menang juga akan ikut membantu memenangkan Jokowi nantinya,” katanya.

    Sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan lebih dulu menyatakan kesiapan mereka mengusung Jokowi. Sejak Mei tahun lalu, Golkar sudah menyatakan dukungan bagi Jokowi. Dalam Rapat Pimpinan Nasional Golkar tahun ini, dukungan itu dipertegas. Golkar menyatakan tetap mendukung Jokowi meskipun ketua umum partai itu, Setya Novanto, menjadi tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

    Pekan lalu, dalam Musyawarah Kerja Nasional Partai Persatuan Pembangunan, Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy menyatakan partainya akan kembali mendukung Jokowi. “Kami partai politik islam pertama yang memberikan dukungan,” ujarnya. Menurut dia, dukungan itu diberikan karena PPP menilai Jokowi terbukti bisa menjalankan pemerintahan dengan baik. Dukungan juga datang dari Partai NasDem. Beberapa kali Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyatakan akan mendukung Jokowi.

    Sementara itu, sejumlah partai pendukung pemerintah lainnya, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional, belum menyatakan dukungan. “Masing-masing punya timing yang tepat,” ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

    Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan partainya akan menentukan sikap dalam rapat kerja nasional pada pertengahan Agustus mendatang. Sedangkan Bendahara Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Alex Indra Lukman, mengatakan urusan pencalonan diserahkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Satu hal yang pasti, “Kami konsisten mendukung dan mengawal pemerintahan sampai 2019,” ujarnya.

    Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies, Arya Fernandes, mengatakan partai-partai tidak memiliki kandidat yang cukup kuat untuk diusung pada Pemilu 2019, sehingga memilih mendukung Jokowi. “Dukungan ke Jokowi juga bisa menjadi strategi untuk mengincar para pemilih Jokowi pada pemilihan legislatif,” katanya.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.